Rabu, 27 Maret 2013

Sistem Perekonomian Indonesia


TUGAS SOFTSKILL
Sistem Perekonomian Indonesia


 
Nama                   : Virna Dhestira Permana
NPM                    : 27212607
Kelas                    : 1EB21
Fakultas                : Ekonomi
Jurusan                 : S-1 Akuntansi
 



 
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA.

A.   Pengertian Sistem Perekonomian Indonesia atau Sistem Ekonomi
Sistem Ekonomi bisa diartikan sebagai suatu sistem yang digunakan oleh suatu negara yang bertujuan  untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki kepada individu maupun organisasi yang terdapat di negara tersebut dan merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian.
Sistem ekonomi merupakan bagian dari kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara. Pada negara-negara yang berideologi politik leiberalisme dengan rezim pemerintahan yang demokratis, pada umumnya menganut ideologi ekonomi kapitalisme dengan pengelolaan ekonomi yang berlandaskan pada mekanisme pasar.

B.   Sejarah Perkembangan Perekonomian Indonesia
Sejak kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia telah memperoleh banyak pengalaman politik dan ekonomi, sampai kondisi perekonomian Indonesia yang tidak juga membaik. Seperti masih terdapat ketimpangan ekonomi, tingkat kemiskinan dan pengangguran yang tinggi, serta pendapatan per kapita yang masih rendah. Ada empat negara yang pernah menduduki Indonesia, yaitu Portugis, Belanda,Inggris, dan Jepang. Portugis tidak meninggalkan jejak yang mendalam di Indonesia karena Belanda telah mengusir Portugis dari Indonesia, tapi Belanda yang kemudian berkuasa selama sekitar 350 tahun, sudah menerapkan berbagai sistem yang masih tersisa hingga kini. Untuk menganalisa sejarah perekonomian Indonesia, rasanya perlu membagi masa pendudukan Belanda menjadi 2 periode, yaitu :
1.     VOC (Vereenigde Oost-Indische Compagnie)
Pada tahun 1620, untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octroo (hak monopoli pelayaran dan perdagangan), yang antara lain meliputi :
a.     Hak mencetak uang.
b.     Hak mengangkat dan memberhentikan pegawai.
c.      Hak untuk menyatakan perang dan damai.
d.     Hak untuk membuat angkatan bersenjata sendiri.
e.      Hak untuk membuat perjanjian dengan raja-raja.
Namun, pada tahun 1795 VOC bubar karena telah dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belada. Kegagalan itu Nampak pada defisitnya kas VOC.

2.     Cultuurstelstel
Pada tahun 1836, mulai diberlakukannya Cultuurstelstel atau biasa disebut dengan system tanam paksa atas inisiatif Van Den Bosch.tujuannya adalah sebagai memproduksi berbagai komoditi yang ada permintannya dipasaran dunia

C.   Sistem Perekonomian Indonesia dibagi menjadi 3, yaitu :
1.     Masa Orde Lama (1945-1966)
Pada masa ini perekekonomian berkembang kurang mengembirakan atau bisa dikatakan sangat buruk sekali, dikarenakan ekonomi Nasional mengalami stagplasi akibat pendapatan penduduk Jepang, Perang Dunia ke-2, perang revolusi dan akibat manajemen ekonomi makro yang memang sangat jelek.
Didalam masa ini, Pemerintah membagi Masa Orde Lama menjadi 3 masa, yaitu :
a.     Masa Pasca Kemerdekaan
Keadaan ekonomi Indonesia di awal kemerdekaan sangatlah buruk, yang disebabkan oleh adanya Inflasi yang sangat tinggi, adanya blockade ekonomi oleh Belanda, Kas Negara yang kosong dan Eksploitasi besar-besaran dimasa penjajahan.

b.     Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)
Permasalah ekonomi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia masih sama seperti sebelumnya. Karena, Indonesia menerapkan sistem politik demokrasi liberal, yaitu kekuasaan ada di tangan sejumlah Partai Politik dan sering terjadi konflik yang menyebabkan kehancuran perekonomian Nasional. Setelah terjadinya transisi politik ke sistem ekonomi atau demokrasi terpimpin (1957-1965), dimana kekuasaan militer dan presiden sangat besar.
Pada September 1965 terjadi kudeta G 30S PKI, yang meyebabkan terjadi perubahan politik yang sangat besar juga mengubah sistem ekonomi yang dianut Indonesia dari sosialis ke semi kapitalis yang mengakibatkan kesenjangan ekonomi semakin besar.

c.      Masa Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Sebagai akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, Indonesia menjalankan sistem demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme (segala-galanya diatur oleh pemerintah), yang diharapkan akan membawa pada kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi. Akan tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.

2.     Masa Orde Baru (1966-1998)
Pada maret 1966, Indonesia memasuki Pemerintahan Orde Baru dan perhatian lebihpun ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang melalui pembangunan ekonomi dan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan system ekonomi terbuka sehingga dengan hasil yang baik membuat kepercayaan pihak barat terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Sebelum rencana pembangunan melalui Repelita dimulai, pemerintah terlebih dahulu melakukan pemulihan stabilitas ekonomi, social, dan politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri dan menetapkan langkah perioritas kebijakan ekonomi guna untuk mengahadapi pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada masa ini, yaitu :
a.     Memerangi Inflasi ;
b.     Mencukupkan stok cadangan bahan pangan terutama beras ;
c.      Merehabilitasi prasarana perekonomian ;
d.     Meningkatkan ekspor ;
e.      Menyediakan/menciptakan lapangan kerja ;
f.   Mengundang kembali investor asing.
Selain itu, pemerintah juga menyusun Repelita secara bertahap dengan target yang jelas, IGGI juga membantu membiayai pembangunan ekonomi Indonesia. Dampak Repelita terhadap perekonomian Indonesia cukup mengagumkan, terutama pada tingkat makro, pembangunan berjalan sangat cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun yang relative tinggi.

3.     Masa Reformasi (1998 - Hingga Sekarang)
Pemerintahan reformasi diawali pada tahun 1998, saat ribuan mahasiswa berdemo menuntut presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya. Pada masa reformasi ini perekonomian Indonesia ditandai dengan krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Perekonomian Indonesia sejak pemerintahan masa orde lama hingga masa reformasi masih mengalami beberapa gejolak, seperti :
a.     Kemiskinan
b.     Pengangguran tingkat tinggi
c.      Maraknya para koruptor
d.     Masih terjadi kesenjangan ekonomi antara penduduk yang miskin dan yang kaya
e.      Nilai rupiah masih sekitar Rp 9.000-Rp 10.000
f.       Masih memiliki hutang ke luar negeri

D.   Fungsi Sistem Ekonomi
1.  Sebagai sarana pendorong untuk melakukan produksi.
2.   Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu.
3.  Menciptakan mekanisme tertentu agar distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.

E.   Macam-macam sistem ekonomi
1.     Sistem Ekonomi Liberal-Kapitalis
Sistem ekonomi liberal-kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi.
Ciri-ciri ekonomi liberal kapitalis adalah :
·  Adanya pengakuan yang luas terhadap hak pribadi
·  Praktek perekonomian di  atus menurut mekanisme pasar
·  Praktek perekonomian digerakan oleh motif keuntungan (profile motife).

2.     Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistik
Dalam sistem ekonomi sosialis-komunistik, sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik negara. Negara yang menganut sistem ekonomi sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan perekonomian.

3.     Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan campuran antara sistem ekonomi liberal-kapitalis dengan sosialis-komunistik, yang pada umumnya diterapkan oleh negara-negara berkembang atau negara-negara dunia ke tiga.
Akhir-akhir ini sistem ekonomi Indonesia semakin condong ke ekonomi liberal dan kapitalis, hal ini ditandai dengan derasnya modal asing yang mauk ke Indonesia dan banyaknya BUMN dan BUMD yang telah diprivatisasi.


para pelaku ekonomi


TUGAS SOFTSKILL
Sistem Perekonomian Indonesia

 
Nama                   : Virna Dhestira Permana
NPM                    : 27212607
Kelas                    : 1EB21
Fakultas                : Ekonomi
Jurusan                 : S-1 Akuntansi

 
PARA PELAKU EKONOMI

A.    Pengertian Pelaku Ekonomi
Pelaku Ekonomi adalah individu-individu atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi. Setiap orang dalam memenuhi kebutuhannya, akan melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh setiap pelaku ekonomi berbeda-beda. Perekonomian Indonesia yang menganut sistem ekonomi kerakyatan menuntut peran dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah guna mencapai tujuan utama yaitu ekonomi kerakyatan.

B.     Para Pelaku Ekonomi
1.      RUMAH TANGGA KELUARGA
Rumah tangga keluarga adalah sebuah kesatuan yang terdiri atas suami, isteri, anak atau anggota keluarga lain yang merupakan anggota masyarakat dan potensial alam, yaitu sumber modal, sumber faktor produksi, sumber penghasilan. Sebagai pelaku ekonomi, rumah tangga merupakan pengguna barang atau jasa serta sumber factor produksi modal dan tenaga kerja yang memerlukan adanya sumber dana berupa pendapatan atau penghasilan. 
Rumah tangga akan memperoleh penghasilan berupa bunga atau, bila dana dari rumah tangga ditanamkan langsung dalam bentuk pendirian perusahaan maka rumah tangga akan memperoleh penghasilan berupa laba atau deviden. Rumah tangga keluarga dibagi menjadi 3, yaitu :
a)      Rumah Tangga Keluarga sebagai Produsen
Kegiatan produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah menyediakan faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya, sehingga mendapatkan penghasilan/pendapatan dalam bentuk uang.
b)      Rumah Tangga Keluarga sebagai Distributor
Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh rumah tangga bertujuan untuk mendapatkan penghasilan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan membuka suatu toko atau warung.
c)      Rumah Tangga Keluarga sebagai Konsumen
Rumah tangga keluarga konsumen merupakan kelompok yang paling sering melakukan kegiatan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga adalah jumlah pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, tingkat harga barang atau jasa dan status sosial ekonomi keluarga.

2.      PERUSAHAAN
Perusahaan adalah organisasi yang bergerak disetiap segala bidang bisnis yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus didalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan laba. Perusahaan merupakan pelaku ekonomi yang potensial. Perusahaan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu :
·   Memproduksi dan menjual barang-barang atau jasa-jasa.
·   Menyewa atau menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga konsumsi untuk proses produksi.
·   Menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang yang lain.
·   Meminta kredit dari lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka atau pengembangan usaha mereka.
·   Membayar pajak atas penjualan barang hasil produksinya.

3.      PEMERINTAH
Dalam sistem demokrasi ekonomi di Indonesia, pemerintah memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan dibidang ekonomi. Untuk mencapai kebijakan tersebut, pemerintah menggunakan kebijakan fiscal, kabijakan moneter, kebijakan tingkat kurs dan kebijakan pendapatan. Berbagai kebijakan itu secara nyata meningkatkan produksi masyarakat melalui penyediaan prasarana produksi umum, peningkatan gairah produksi melalui pajak dan subsidi dan pengawasan terhadap jumlah uang yang beredar melalui bank sentral.

4.      LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga keuangan yang dimaksud adalah Bank atau lembaga keuangan bukan bank yang melakukan kegiatan keuangan untuk memperlancar jalannya perekonomian suatu negara. Kelompok lembaga keuangan melakukan kegiatan pokok antara lain:
a.    menerima simpanan/deposito dari rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen,
b.   menyediakan kredit kepada perusahaan/produsen untuk mengembangkan usahanya (investasi), dan menyediakan uang giral untuk melakukan transaksi keuangan.

5.      MASYARAKAT LUAR NEGERI
Masyarakat Luar Negeri adalah negara-negara yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam kerjasama ekonomi dengan suatu negara tertentu. Kehidupan perekonomian suatu Negara tidak selalu dapat dipenuhi atau didukung secara domestic. Keterkaitan perekonomian domestic dengan perekonomian luar negeri tampak jelas dalam krisis ekonomi yang terjadi secara beruntun. Krisis ekonomi di Indonesia salah satunya diatasi dengan meningkatkan ekspor. Hubungan dengan masyarakat luar negeri dapat dikelompokkan ke dalam tiga hal yaitu hubungan ekspor-impor, hubungan regional dan hubungan internasional.

C.    Pelaku Ekonomi dalam Sektor
Pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia didalam sektor usaha fprmal dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
·   BUMN ( Badan Usaha Milik Negara) adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki pemerintah.
·   BUMS  (Badan Usaha Milik Swasta) adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki swasta secara individu atau kelompok.
·   Koperasi, menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum berdasar atas asas kekeluargaan.