TUGAS SOFTSKILL
Sistem
Perekonomian Indonesia
Nama : Virna Dhestira Permana
NPM
: 27212607
Kelas
: 1EB21
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : S-1 Akuntansi
PARA
PELAKU EKONOMI
A.
Pengertian Pelaku Ekonomi
Pelaku
Ekonomi adalah individu-individu atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam
proses kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi. Setiap
orang dalam memenuhi kebutuhannya, akan melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan
ekonomi yang dilakukan oleh setiap pelaku ekonomi
berbeda-beda. Perekonomian Indonesia yang menganut sistem ekonomi kerakyatan menuntut
peran dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah guna mencapai tujuan
utama yaitu ekonomi kerakyatan.
B.
Para
Pelaku Ekonomi
1. RUMAH
TANGGA KELUARGA
Rumah
tangga keluarga adalah sebuah kesatuan yang terdiri atas suami, isteri, anak
atau anggota keluarga lain yang merupakan anggota masyarakat dan potensial
alam, yaitu sumber modal, sumber faktor produksi, sumber penghasilan. Sebagai
pelaku ekonomi, rumah tangga merupakan pengguna barang atau jasa serta sumber
factor produksi modal dan tenaga kerja yang memerlukan adanya sumber dana berupa
pendapatan atau penghasilan.
Rumah tangga akan memperoleh penghasilan
berupa bunga atau, bila dana dari rumah tangga ditanamkan langsung dalam bentuk
pendirian perusahaan maka rumah tangga akan memperoleh penghasilan berupa laba
atau deviden. Rumah tangga keluarga dibagi menjadi 3, yaitu :
a)
Rumah
Tangga Keluarga sebagai Produsen
Kegiatan
produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah menyediakan faktor
produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya, sehingga mendapatkan penghasilan/pendapatan
dalam bentuk uang.
b)
Rumah
Tangga Keluarga sebagai Distributor
Kegiatan
distribusi yang dilakukan oleh rumah tangga bertujuan untuk mendapatkan
penghasilan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan membuka suatu toko atau
warung.
c)
Rumah
Tangga Keluarga sebagai Konsumen
Rumah
tangga keluarga konsumen merupakan kelompok yang paling sering melakukan
kegiatan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga
adalah jumlah pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, tingkat harga
barang atau jasa dan status sosial ekonomi keluarga.
2. PERUSAHAAN
Perusahaan
adalah organisasi yang bergerak disetiap segala bidang bisnis yang menjalankan
setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus didalam wilayah negara
Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan laba. Perusahaan merupakan
pelaku ekonomi yang potensial. Perusahaan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu :
· Memproduksi
dan menjual barang-barang atau jasa-jasa.
· Menyewa
atau menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga
konsumsi untuk proses produksi.
· Menentukan
pembelian barang-barang modal dan stok barang yang lain.
· Meminta
kredit dari lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka atau pengembangan
usaha mereka.
· Membayar
pajak atas penjualan barang hasil produksinya.
3.
PEMERINTAH
Dalam
sistem demokrasi ekonomi di Indonesia, pemerintah memegang peranan penting
dalam kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan
dibidang ekonomi. Untuk mencapai kebijakan tersebut, pemerintah menggunakan
kebijakan fiscal, kabijakan moneter, kebijakan tingkat kurs dan kebijakan
pendapatan. Berbagai kebijakan itu secara nyata meningkatkan produksi
masyarakat melalui penyediaan prasarana produksi umum, peningkatan gairah
produksi melalui pajak dan subsidi dan pengawasan terhadap jumlah uang yang
beredar melalui bank sentral.
4. LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga
keuangan yang dimaksud adalah Bank atau lembaga keuangan bukan bank yang
melakukan kegiatan keuangan untuk memperlancar jalannya perekonomian suatu
negara. Kelompok lembaga keuangan melakukan kegiatan pokok antara lain:
a. menerima
simpanan/deposito dari rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen,
b. menyediakan
kredit kepada perusahaan/produsen untuk mengembangkan usahanya (investasi), dan
menyediakan uang giral untuk melakukan transaksi keuangan.
5.
MASYARAKAT LUAR NEGERI
Masyarakat
Luar Negeri adalah negara-negara yang secara langsung atau tidak langsung
terlibat dalam kerjasama ekonomi dengan suatu negara tertentu. Kehidupan
perekonomian suatu Negara tidak selalu dapat dipenuhi atau didukung secara domestic.
Keterkaitan perekonomian domestic dengan perekonomian luar negeri tampak jelas
dalam krisis ekonomi yang terjadi secara beruntun. Krisis ekonomi di Indonesia
salah satunya diatasi dengan meningkatkan ekspor. Hubungan dengan masyarakat
luar negeri dapat dikelompokkan ke dalam tiga hal yaitu hubungan ekspor-impor,
hubungan regional dan hubungan internasional.
C.
Pelaku Ekonomi dalam Sektor
Pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia
didalam sektor usaha fprmal dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
· BUMN
( Badan Usaha Milik Negara) adalah badan usaha yang didirikan dan
dimiliki pemerintah.
· BUMS
(Badan Usaha Milik Swasta) adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki
swasta secara individu atau kelompok.
· Koperasi,
menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha
yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum berdasar atas asas
kekeluargaan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar