Rabu, 27 Maret 2013

para pelaku ekonomi


TUGAS SOFTSKILL
Sistem Perekonomian Indonesia

 
Nama                   : Virna Dhestira Permana
NPM                    : 27212607
Kelas                    : 1EB21
Fakultas                : Ekonomi
Jurusan                 : S-1 Akuntansi

 
PARA PELAKU EKONOMI

A.    Pengertian Pelaku Ekonomi
Pelaku Ekonomi adalah individu-individu atau lembaga-lembaga yang terlibat dalam proses kegiatan ekonomi baik produksi, distribusi, maupun konsumsi. Setiap orang dalam memenuhi kebutuhannya, akan melakukan kegiatan ekonomi. Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh setiap pelaku ekonomi berbeda-beda. Perekonomian Indonesia yang menganut sistem ekonomi kerakyatan menuntut peran dari semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah guna mencapai tujuan utama yaitu ekonomi kerakyatan.

B.     Para Pelaku Ekonomi
1.      RUMAH TANGGA KELUARGA
Rumah tangga keluarga adalah sebuah kesatuan yang terdiri atas suami, isteri, anak atau anggota keluarga lain yang merupakan anggota masyarakat dan potensial alam, yaitu sumber modal, sumber faktor produksi, sumber penghasilan. Sebagai pelaku ekonomi, rumah tangga merupakan pengguna barang atau jasa serta sumber factor produksi modal dan tenaga kerja yang memerlukan adanya sumber dana berupa pendapatan atau penghasilan. 
Rumah tangga akan memperoleh penghasilan berupa bunga atau, bila dana dari rumah tangga ditanamkan langsung dalam bentuk pendirian perusahaan maka rumah tangga akan memperoleh penghasilan berupa laba atau deviden. Rumah tangga keluarga dibagi menjadi 3, yaitu :
a)      Rumah Tangga Keluarga sebagai Produsen
Kegiatan produksi yang dilakukan dalam rumah tangga keluarga adalah menyediakan faktor produksi yang dibutuhkan pelaku ekonomi lainnya, sehingga mendapatkan penghasilan/pendapatan dalam bentuk uang.
b)      Rumah Tangga Keluarga sebagai Distributor
Kegiatan distribusi yang dilakukan oleh rumah tangga bertujuan untuk mendapatkan penghasilan. Kegiatan tersebut dapat dilakukan dengan membuka suatu toko atau warung.
c)      Rumah Tangga Keluarga sebagai Konsumen
Rumah tangga keluarga konsumen merupakan kelompok yang paling sering melakukan kegiatan konsumsi. Faktor yang mempengaruhi kegiatan konsumsi rumah tangga adalah jumlah pendapatan keluarga, jumlah anggota keluarga, tingkat harga barang atau jasa dan status sosial ekonomi keluarga.

2.      PERUSAHAAN
Perusahaan adalah organisasi yang bergerak disetiap segala bidang bisnis yang menjalankan setiap jenis usaha yang bersifat tetap dan terus-menerus didalam wilayah negara Indonesia untuk tujuan memperoleh keuntungan dan laba. Perusahaan merupakan pelaku ekonomi yang potensial. Perusahaan dibagi menjadi lima kelompok, yaitu :
·   Memproduksi dan menjual barang-barang atau jasa-jasa.
·   Menyewa atau menggunakan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh rumah tangga konsumsi untuk proses produksi.
·   Menentukan pembelian barang-barang modal dan stok barang yang lain.
·   Meminta kredit dari lembaga keuangan untuk membiayai investasi mereka atau pengembangan usaha mereka.
·   Membayar pajak atas penjualan barang hasil produksinya.

3.      PEMERINTAH
Dalam sistem demokrasi ekonomi di Indonesia, pemerintah memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi yang ditujukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan dibidang ekonomi. Untuk mencapai kebijakan tersebut, pemerintah menggunakan kebijakan fiscal, kabijakan moneter, kebijakan tingkat kurs dan kebijakan pendapatan. Berbagai kebijakan itu secara nyata meningkatkan produksi masyarakat melalui penyediaan prasarana produksi umum, peningkatan gairah produksi melalui pajak dan subsidi dan pengawasan terhadap jumlah uang yang beredar melalui bank sentral.

4.      LEMBAGA-LEMBAGA KEUANGAN
Lembaga keuangan yang dimaksud adalah Bank atau lembaga keuangan bukan bank yang melakukan kegiatan keuangan untuk memperlancar jalannya perekonomian suatu negara. Kelompok lembaga keuangan melakukan kegiatan pokok antara lain:
a.    menerima simpanan/deposito dari rumah tangga konsumen dan rumah tangga produsen,
b.   menyediakan kredit kepada perusahaan/produsen untuk mengembangkan usahanya (investasi), dan menyediakan uang giral untuk melakukan transaksi keuangan.

5.      MASYARAKAT LUAR NEGERI
Masyarakat Luar Negeri adalah negara-negara yang secara langsung atau tidak langsung terlibat dalam kerjasama ekonomi dengan suatu negara tertentu. Kehidupan perekonomian suatu Negara tidak selalu dapat dipenuhi atau didukung secara domestic. Keterkaitan perekonomian domestic dengan perekonomian luar negeri tampak jelas dalam krisis ekonomi yang terjadi secara beruntun. Krisis ekonomi di Indonesia salah satunya diatasi dengan meningkatkan ekspor. Hubungan dengan masyarakat luar negeri dapat dikelompokkan ke dalam tiga hal yaitu hubungan ekspor-impor, hubungan regional dan hubungan internasional.

C.    Pelaku Ekonomi dalam Sektor
Pelaku kegiatan ekonomi di Indonesia didalam sektor usaha fprmal dapat dikelompokkan menjadi 3, yaitu :
·   BUMN ( Badan Usaha Milik Negara) adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki pemerintah.
·   BUMS  (Badan Usaha Milik Swasta) adalah badan usaha yang didirikan dan dimiliki swasta secara individu atau kelompok.
·   Koperasi, menurut UU No. 25 Tahun 1992 tentang Perkoperasian, koperasi adalah badan usaha yang beranggotakan orang seorang atau badan hukum berdasar atas asas kekeluargaan.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar