TUGAS SOFTSKILL
Sistem
Perekonomian Indonesia
Nama : Virna Dhestira Permana
NPM
: 27212607
Kelas
: 1EB21
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : S-1 Akuntansi
SISTEM PEREKONOMIAN INDONESIA.
A.
Pengertian
Sistem Perekonomian Indonesia atau Sistem Ekonomi
Sistem
Ekonomi bisa diartikan sebagai suatu sistem
yang digunakan oleh suatu negara yang bertujuan untuk mengalokasikan
sumber daya yang dimiliki kepada individu maupun organisasi yang terdapat di
negara tersebut dan merupakan perpaduan dari aturan–aturan
atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan
dalam perekonomian.
Sistem ekonomi merupakan bagian dari
kesatuan ideologi kehidupan masyarakat di suatu negara. Pada negara-negara yang
berideologi politik leiberalisme dengan rezim pemerintahan yang demokratis,
pada umumnya menganut ideologi ekonomi kapitalisme dengan pengelolaan ekonomi
yang berlandaskan pada mekanisme pasar.
B.
Sejarah Perkembangan Perekonomian
Indonesia
Sejak
kemerdekaan pada tahun 1945, Indonesia telah memperoleh banyak pengalaman
politik dan ekonomi, sampai kondisi perekonomian Indonesia yang tidak juga
membaik. Seperti masih terdapat ketimpangan ekonomi, tingkat kemiskinan dan
pengangguran yang tinggi, serta pendapatan per kapita yang masih rendah. Ada
empat negara yang pernah menduduki Indonesia, yaitu Portugis, Belanda,Inggris,
dan Jepang. Portugis tidak meninggalkan jejak yang mendalam di Indonesia karena
Belanda telah mengusir Portugis dari Indonesia, tapi Belanda yang kemudian
berkuasa selama sekitar 350 tahun, sudah menerapkan berbagai sistem yang masih
tersisa hingga kini. Untuk menganalisa sejarah perekonomian Indonesia, rasanya
perlu membagi masa pendudukan Belanda menjadi 2 periode, yaitu :
1. VOC
(Vereenigde Oost-Indische Compagnie)
Pada
tahun 1620, untuk mempermudah aksinya di Hindia Belanda, VOC diberi hak Octroo
(hak monopoli pelayaran dan perdagangan), yang antara lain meliputi :
a. Hak
mencetak uang.
b. Hak
mengangkat dan memberhentikan pegawai.
c. Hak
untuk menyatakan perang dan damai.
d. Hak
untuk membuat angkatan bersenjata sendiri.
e. Hak
untuk membuat perjanjian dengan raja-raja.
Namun, pada tahun 1795 VOC bubar karena
telah dianggap gagal dalam mengeksplorasi kekayaan Hindia Belada. Kegagalan itu
Nampak pada defisitnya kas VOC.
2. Cultuurstelstel
Pada
tahun 1836, mulai diberlakukannya Cultuurstelstel atau biasa disebut dengan
system tanam paksa atas inisiatif Van Den Bosch.tujuannya adalah sebagai
memproduksi berbagai komoditi yang ada permintannya dipasaran dunia
C.
Sistem Perekonomian Indonesia dibagi menjadi 3,
yaitu :
1.
Masa
Orde Lama (1945-1966)
Pada
masa ini perekekonomian berkembang kurang mengembirakan atau bisa dikatakan
sangat buruk sekali, dikarenakan ekonomi Nasional mengalami stagplasi akibat
pendapatan penduduk Jepang, Perang Dunia ke-2, perang revolusi dan akibat
manajemen ekonomi makro yang memang sangat jelek.
Didalam masa ini, Pemerintah membagi
Masa Orde Lama menjadi 3 masa, yaitu :
a.
Masa
Pasca Kemerdekaan
Keadaan
ekonomi Indonesia di awal kemerdekaan sangatlah buruk, yang disebabkan oleh
adanya Inflasi yang sangat tinggi, adanya blockade ekonomi oleh Belanda, Kas
Negara yang kosong dan Eksploitasi besar-besaran dimasa penjajahan.
b.
Masa
Demokrasi Liberal (1950-1957)
Permasalah
ekonomi yang dihadapi oleh bangsa Indonesia masih sama seperti sebelumnya.
Karena, Indonesia menerapkan sistem politik demokrasi liberal, yaitu kekuasaan
ada di tangan sejumlah Partai Politik dan sering terjadi konflik yang menyebabkan
kehancuran perekonomian Nasional. Setelah terjadinya transisi politik ke sistem
ekonomi atau demokrasi terpimpin (1957-1965), dimana kekuasaan militer dan
presiden sangat besar.
Pada September 1965 terjadi kudeta G 30S
PKI, yang meyebabkan terjadi perubahan politik yang sangat besar juga mengubah
sistem ekonomi yang dianut Indonesia dari sosialis ke semi kapitalis yang
mengakibatkan kesenjangan ekonomi semakin besar.
c.
Masa
Demokrasi Terpimpin (1959-1967)
Sebagai
akibat dari dekrit presiden 5 Juli 1959, Indonesia menjalankan sistem demokrasi
terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada sistem etatisme
(segala-galanya diatur oleh pemerintah), yang diharapkan akan membawa pada
kemakmuran bersama dan persamaan dalam sosial, politik,dan ekonomi. Akan
tetapi, kebijakan-kebijakan ekonomi yang diambil pemerintah di masa ini belum
mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.
2.
Masa
Orde Baru (1966-1998)
Pada
maret 1966, Indonesia memasuki Pemerintahan Orde Baru dan perhatian lebihpun
ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat yang melalui pembangunan
ekonomi dan sosial, dan juga pertumbuhan ekonomi yang berdasarkan system
ekonomi terbuka sehingga dengan hasil yang baik membuat kepercayaan pihak barat
terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Sebelum rencana pembangunan melalui
Repelita dimulai, pemerintah terlebih dahulu melakukan pemulihan stabilitas
ekonomi, social, dan politik serta rehabilitasi ekonomi di dalam negeri dan
menetapkan langkah perioritas kebijakan ekonomi guna untuk mengahadapi
pertumbuhan ekonomi yang tinggi pada masa ini, yaitu :
a. Memerangi
Inflasi ;
b. Mencukupkan
stok cadangan bahan pangan terutama beras ;
c. Merehabilitasi
prasarana perekonomian ;
d. Meningkatkan
ekspor ;
e. Menyediakan/menciptakan
lapangan kerja ;
f. Mengundang kembali investor asing.
Selain itu, pemerintah juga menyusun
Repelita secara bertahap dengan target yang jelas, IGGI juga membantu membiayai
pembangunan ekonomi Indonesia. Dampak Repelita terhadap perekonomian Indonesia
cukup mengagumkan, terutama pada tingkat makro, pembangunan berjalan sangat
cepat dengan laju pertumbuhan rata-rata pertahun yang relative tinggi.
3. Masa Reformasi (1998 - Hingga Sekarang)
Pemerintahan
reformasi diawali pada tahun 1998, saat ribuan mahasiswa berdemo menuntut
presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya. Pada masa reformasi ini
perekonomian Indonesia ditandai dengan krisis moneter yang berlanjut menjadi
krisis ekonomi yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.
Perekonomian Indonesia sejak
pemerintahan masa orde lama hingga masa reformasi masih mengalami beberapa
gejolak, seperti :
a. Kemiskinan
b. Pengangguran
tingkat tinggi
c. Maraknya
para koruptor
d. Masih
terjadi kesenjangan ekonomi antara penduduk yang miskin dan yang kaya
e. Nilai
rupiah masih sekitar Rp 9.000-Rp 10.000
f. Masih
memiliki hutang ke luar negeri
D.
Fungsi
Sistem Ekonomi
1. Sebagai sarana pendorong untuk
melakukan produksi.
2. Cara atau metode untuk mengorganisasi kegiatan individu.
3. Menciptakan mekanisme tertentu agar
distribusi barang dan jasa terlaksana dengan baik.
E.
Macam-macam
sistem ekonomi
1. Sistem
Ekonomi Liberal-Kapitalis
Sistem
ekonomi liberal-kapitalis adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang
besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi
kepentingan individual atau sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor
produksi.
Ciri-ciri
ekonomi liberal kapitalis adalah :
·
Adanya pengakuan yang luas terhadap hak
pribadi
·
Praktek perekonomian di atus
menurut mekanisme pasar
·
Praktek perekonomian digerakan oleh
motif keuntungan (profile motife).
2.
Sistem Ekonomi Sosialis-Komunistik
Dalam
sistem ekonomi sosialis-komunistik, sumber daya ekonomi atau faktor produksi
dikuasai sebagai milik negara. Negara yang menganut sistem ekonomi
sosialis-komunis, menekankan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan
memajukan perekonomian.
3. Sistem
Ekonomi Campuran
Sistem
ekonomi campuran merupakan campuran antara sistem ekonomi liberal-kapitalis
dengan sosialis-komunistik, yang pada umumnya diterapkan oleh negara-negara berkembang
atau negara-negara dunia ke tiga.
Akhir-akhir ini sistem ekonomi Indonesia
semakin condong ke ekonomi liberal dan kapitalis, hal ini ditandai dengan
derasnya modal asing yang mauk ke Indonesia dan banyaknya BUMN dan BUMD yang
telah diprivatisasi.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar