PEREKONOMIAN
INDONESIA
Perkembangan Strategi & Perencanaan Pembangunan Ekonomi
Indonesia
NAMA : VIRNA DHESTIRA PERMANA
NPM : 27212607
NPM : 27212607
KELAS : 1EB21
FAK/JUR : EKONOMI / S-1 AKUNTANSI
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2013
BAB III
PERKEMBANGAN
STRATEGI & PERENCANAAN PEMBANGUNAN EKONOMI INDONESIA
Indonesia
merupakan Negara yang mempunyai sangat banyak SDA yang berada di daratan maupun
lautan, SDA yang terdapat di Indonesia ini seharusnya dapat menjadi andalan
untuk membangun perekonomian Indonesia.
Strategi
pembangunan merupakan suatu cara untuk mencapai Visi dan Misi yang rumusankan
dalam bentuk strategi sehingga dapat meningkatan kinerja. Kinerja sangat
dipengaruhi oleh bagai mana suatu organisasi (Pemerintah) menerima sukses atau
mengalami kegagalan dari suatu misi organisasi pemerintah. Faktor – faktor
keberhasilan berfungsi untuk lebih memfokuskan strategi dalam rangka mencapai
tujuan dan misi organisasi pemerintah secara sinergis dan efisien. Untuk
merumuskan strategi maka dibutuhkan analisis lingkungan strategis, analisi
tersebut adalah:
· Analisis
Internal, yaitu dilakukan dengan mengindentifikasi kekuatan dan kelemahan dari
berbagai aspek yang ada di Kabupaten Karo. Aspek-aspek internal di Pemerintah
Kabupaten Karo antara lain terdiri dari aspek: Kelembagaan, manajemen, SDM, SDA
dan sumber daya lainnya.
· Analisis
Eksternal, yaitu keadaan yang perlu dilakukan untuk mendapatkan
(mengindentifikasi) sebagai aspek diluar Kabupaten Karo yang berpengaruh
terhadap penyelenggaraan pembangunan Kabupaten Karo. Dengan melakukan analisis
keadaan eksternal akan diketahui peluang dan ancaman (tantangan) yang dapat
dimanfaatkan dan akan berpengaruh dalam mencapai kinerja yang optimal.
A.
Macam-macam
Strategi Dalam Pembangunan
Salah
satu konsep penting yang perlu diperhatikan dalam mempelajari perekonomian
suatu Negara adalah mengetahui tentang strategi pembangunan ekonomi. Strategi
pembangunan ekonomi diberi batasan sebagai suatu tindakan pemilihan atas
faktor-faktor (variable) yang akan dijadikan faktor/variable utama yang menjadi
penentu jalannya proses pertumbuhan (suroso, 1993). Beberapa strategi
pembangunan ekonomi yang dapat disampaikan adalah :
a. Srategi Pertumbuan
Pertumbuhan
ekonomi adalah kenaikan kapasitas dalam jangka panjang dari negara yang
bersangkutan untuk menyediakan berbagai barang ekonomi kepada penduduknya. Kenaikan
kapasitas itu sendiri ditentukan atau dimungkinkan oleh adanya kemajuan atau
penyesuaian teknologi, institusional (kelembagaan), dan ideologis terhadap
berbagai tuntutan keadaan yang ada di dalam masyarakat itu sendiri. Jika
terjadi ketimpangan atau ketidakmerataan, hal tersebut merupakan persyaratan
terciptanya pertumbuhan ekonomi. Kritik paling keras dari strategi yang pertama
ini adalah, bahwa pada kenyataannya yang tgerjadi adalah ketimpangan yang
semakin tajam.
b. Strategi Pembangunan dan pemerataan
Strategi
ini ditekankannya peningkatan pembangunan melalui teknik social engineering,
seperti halnya melalui penyusunan perencanaan induk, dan program terpadu. Pemerataan pembangunan sebagai wujud
pelaksanaan demokrasi ekonomi, yaitu upaya pembangunan yang dilandasi dengan
jiwa dan semangat kebersamaan dan kekeluargaan, di mana koperasi dikembangkan
sebagai gerakan ekonomi rakyat yang sehat, tangguh, kuat, dan mandiri, sehingga
dapat berperan sebagai sokoguru perekonomian nasional. Pemerataan pembangunan
memberikan kesempatan yang sama kepada setiap warga masyarakat di seluruh tanah
air untuk menyumbangkan karyanya dengan sekaligus memenuhi kebutuhan dasar
hidupnya, serta mengembangkan kegiatan di semua aspek kehidupan. Pemerataan
juga mempercepat pertumbuhan kelompok masyarakat, sektor, atau daerah yang
tertinggal.
c. Strategi ketergantungan
Tidak
sempurnanya konsep strategi pertama dan kedua mendorong para ahli ekonomi
mencari alternatif lain sehingga pada tahun 1965 muncul strategi pembangunan
dengan nama strategi ketergantungan. Inti dari konsep strategi
tergantungan adalah :
a. Kemiskinan
di negara – negara berkembang lebih disebabkan karena adanya ketergantungan
negara tersebut dari pihak atau negara lainnya
b. Teori
ketergantungan ini kemudian dikritik oleh Kothari dengan mengatakan “Teori ketergantungan tersebut
memang cukup relevan, namun sayangnya telah menjadi semacam dalih terhadap
kenyataan dari kurangnya usaha untuk membangun masyarakat sendiri (Self Development).
Jika
suatu Negara ingin terbebas dari kemiskinan dan keterbelakangan ekonomi, Negara
tersebut harus mengarahkan upaya pembangunan ekonominya pada usah melepaskan
ketergantungan dari pihak lain. Langkah yang dapat ditempuh diantaranya adalah;
meningkatkan produksi nasional yang disertai dengan peningkatan kemampuan dalam
bidang produksi, lebih mencintai produk nasional, dan sejenisnya. Teori
ketergantungan ini kemudian dikeritik oleh Kathari dengan mengatakan “Sebab
selalu akan gampang sekali bagi kita untuk menumpahkan semua kesalahan pada
pihak luar yang memeras,
sementara
pemerasan yang terjadi di dalam lingkungan masyarakat kita sendiri dibiarkan
saja.”
d. Strategi
yang berwawasan ruang
Strategi ini dikemukakan
oleh Myedall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab kurang mampunya
daerah miskin berkembang secapat daerah yang lebih kaya/maju. dikarenakan
kemampuan/ pengaruh menyebar dari kaya ke miskin (spread effects) lebih kecil
dari pada terjadinya aliran sumber daya dari daerah miskin ke daerah kaya
(back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua tokoh tersebut adalah, bahwa
Mydrall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah kaya dan miskin akan tercapai.
Sedangkan Hirscham percaya, sekalipun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
Strategi
ini dikemukakan oleh Myrdall dan Hirschman, yang mengemukakan sebab-sebab
kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat daerah yang lebih kaya atau
lebih maju. Menurut mereka, kurang mampunya daerah miskin berkembang secepat
daerah maju dikarenakan kemampuan atau pengaruh pendistribusian dari kaya ke
miskin (Spread Effects) lebih kecil daripada terjadinya aliran sumber daya dari
daerah miskin ke daerah kaya (Back-wash-effects). Perbedaan pandangan kedua
tokoh tersebut adalah, bahwa Myrdall tidak percaya bahwa keseimbangan daerah
kaya dan miskin akan tercapai. Sedangkan Hirschman, mempercayai pandangan
tersebut walaupun baru akan tercapai dalam jangka panjang.
e. Srategi Pendekatan Kebutuhan Pokok
Sasaran dari strategi ini adalah
menanggulangi kemiskinan secara massal yang dimana strategi ini selanjutnya
dikembangkan oleh Organisasi Perburuhan Indonesia (ILO) pada tahun 1975, dengan
menekankan bahwa kebutuhan pokok manusia tidak mungkin dapat dipenuhi jika
pendapatan masih rendah akibat kemiskinan yang bersumber pada pengganguran yang
semakin lama dari tahun ke tahun semakin banyak atau merajalela. Oleh karena itu sebaiknya
usaha-usaha diarahkan pada penciptaan banyaknya lapangan kerja, peningkatan
kebutuhan pokok dan sejenisnya.
B.
Faktor-Faktor Yang Memperngaruhi
Strategi Pembangunan
Ekonomi
Dalam
melakukan pembangunan suatu negara atau bangsa diperlukan strategi yang bagus
untuk mencapai hasil yang memuaskan. Tetapi di dalam strategi itu pasti ada
factor-faktor yang memperngaruhinya, yaitu :
a. Sumber
Daya Alam ( SDA ), adalah salah satu faktor yang sangat penting dalam
pembangunan ekonomi, jika SDA mencukupi dan dimanfaatkan sebaik-baiknya,
pembangunan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara akan cepat.
b. Sumber
Daya Manusia ( SDM ), merupakan salah satu faktor berikutnya yang sangat
penting untuk pembangunan ekonomi, jika semakin baik SDM, maka akan semakin
cepat jalannya suatu pembangunan.
c. Tenaga
Ahli, disini tenaga ahli bisa di samakan dengan SDM, tetapi tenaga ahli adalah
SDM yang dilatih dan di didik sehingga lebih mempunyai skill dan keterampilan.
d. Teknologi,
merupakan faktor yang dapat mempengaruhi pembangunan, karena penggunaan
teknologi yang semakin canggih akan mempercepat pertumbuhan dan pembangunan
suatu bangsa atau negara.
C.
Strategi Pembangunan Ekonomi Di Indonesia
Sebelum Orde Baru,
strategi pembangunan di Indonesia secara teori telah diarahkan pada usaha
pencapaian laju pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Namun pada kenyataannya, nampak
adanya kecenderungan lebih menitik beratkan pada tujuan-tujuan politik, dan kurang
memperhatikan pembangunan ekonomi.
Seharusnya,
strategi pembangunan di Indonesia lebih diarahkan pada tindakan pembersihan dan
perbaikan kondisi ekonomi yang mendasar, terutama usaha untuk menekankan laju
yang sangat tinggi (Hyper Infalasi).
Dari keterangan
Pemerintah yang ada, dapat sedikit disimpulkan bahwa strategi pembangunan di
Indonesia tidak mengenal perbedaan strategi yang ekstrem. Sebagai contoh selain
strategi pemerataan pembangunan, Indonesia-pun tidak mengesampingkan strategi
pertumbuhan, dan strategi yang berwawasan ruang.
Strategi-strategi
tersebut kemudian dipertegas dengan ditetapkannya sasaran-sasaran dan titik
berat setiap Repelita, yakni :
· Repelita I : meletakkan titik
berat pada sector pertanian dan industri yang mendukung setor pertanian
meletakkan lendasan yang kuat bagi tehap selanjutnya.
· Repelita II : meletakkan titik berat
pada sector pertanian dengan meningkatkan industry yang mengolah bahan mentah
menjadi bahan baku meletakkan landasan yang kuat bagi tahap selanjtnya.
· Repelita III : meletakkan titik berat
pada sector pertanian menuju swasembada pangan dan meningkatkan industri yang
mengolah bahan baku menjadi barang jadi meletakkan landasan yang kuat bagi
tahap selanjutnya.
· Repelita IV : meletakkan titik berat
pada sector pertanian untuk melanjutkan usaha-usaha menuju swasembada pangan
dengan meningkatkan industri yang dapat manghasilkan mesin-mesin industri
sendiri, baik industri ringan yang akan terus dikembangkan dalam
Repelita-Repelita selanjutnya meletakkan landasan yang kuat bagi tahap
selanjutnya.
Berikut
ini adalah strategi pembangunan di Indonesia :
1. Mengembangkan koridor pembangunan
ekonomi Indonesia dengan cara membangun pusat-pusat perekonomian di setiap
pulau dan mengembangkan klaster industri berbasis sumber-sumber superior, baik
komoditas maupun sektor. Koridor pembangunan ekonomi Indonesia terbagi dalam
empat tahap :
· Mengindentifikasikan pusat-pusat
perekonomian, misalnya ibukota provinsi.
· Menentukan kebutuhan pengubung antara
pusat ekonomi tersebut, seperti trafik barang.
· Validasi untuk memastikan sejalan
dengan pembangunan nasional, yakni pengaturan area tempat tinggal dengan sistem
infrastruktur serta fasilitas.
· Menentukan hubungan lokasi sektor
fokus, guna menunjang fasilitas. Misalnya menghubungkan area pertambangan
dengan kawasan pemrosesnya.
2. Memperkuat hubungan nasional baik
secara lokal maupun internasional. Hal ini bisa mengurangi biaya transaksi,
menciptakan sinergi antara pusat-pusat pertumbuhan dan menyadari perlunya
akses-akses ke sejumlah layanan. Seperti intra dan inter-konektivitas antara
pusat pertumbuhan serta pintu perdagangan dan pariwisata internasional.
Integrasi ekonomi merupakan hal terbaik untuk mencapai keuntungan langsung dari
konsentrasi produksi. Serta dalam jangka panjang, meningkatkan standar
kehidupan. Saat ini, aktivitas ekonomi Indonesia terpusat di kota-kota,
khususnya Jawa dan Sumatra. Fasilitas transportasi yang bisa menyebabkan area
industri tak menjangkau pelosok. Pada jangka pendek, proyek-proyek yang perlu
dibangun di Jawa adalah TransJawa, TransJabodetabek, kereta jalur dua, Tanjung
Priok. Pembangunan tersebut diharapkan bisa berdampak langsung mengurangi
kemiskinan di Jawa yang melebihi 20 juta jiwa, dua kali populasi miskin Sumatra
yang sekitar tujuh juta jiwa. Pembangunan infrastruktur di Jawa bisa
mempercepat pertumbuhan ekonomi.
3.
Mempercepat kapabilitas teknologi dan ilmu pengetahuan
nasional atau Iptek. Selain tiga strategi utama ini, juga ada beberapa strategi
pendukung seperti kebijakan investasi, perdagangan dan finansial. Beberapa
elemen utama di sektor Iptek adalah meningkatkan kualitas pendidikan termasuk
pendidikan kejuruan tinggi serta pelatihannya. Meningkatkan level kompetensi
teknologi dan sumber daya ahli. Peningkatan aktivitas riset dan pengembangan,
baik pemerintah maupun swasta, dengan memberikan insentif serta menaikkan
anggaran. Kemudian mengembangkan sistem inovasi nasional, termasuk
pembiayaannya. Saat ini, masalah utama yang dihadapi adalah kemampuan riset dan
pengembangan yang digunakan untuk mencari solusi teknologi. Kemampuan pengguna
untuk menyerap teknologi yang ada. Serta transaksi antara riset dan
pengembangan sebagai pemasok solusi teknologi dengan penggunanya tak terbangun
dengan baik.
D.
Perencanaan Pembangunan
Apapun
definisi perencanaan pembangunan, menurut Bintoro Tjokroamidjojo, manfaat
perencanaan adalah :
1. Dengan
adanya perencanaan diharapkan terdapatnya suatu pen garahan kegiatan, adanya
pedoman bagi pelaksanaan kegiatan-kegiatan yang ditunjukan kepada pencapaian
tujuan pembangunan.
2. Dengan
perencanaan maka dapat dilakukan suatu perkiraan terhadap hal-hal dalam masa
pelaksanaan yang akan dilalui. Perkiraan dilakukan mengenai potensi-potensi dan
prospek perkembangan, tetapi juga mengenai hambatan-hambatan dan resiko yang
mungkin dihadapi. Perencanaan mengusahakan supaya ketidakpastian daibatasi
seminim mungkin.
3. Perencanaan
memberikan kesempatan untuk memilih barbagai alternative tentang cara terbaik
atau kesempatan untuk memilih kombnasi cara terbaik.
4. Dengan
perencanaan dapat dilakukan penyusunan skala prioritas. Memilih urutan dari
segi pentingnya suatu tujuan, maupun kegiatan usahanya.
5. Dengan
adanya rencana maka aka nada suatu alat pengukur untuk mendadakan sauatu
pengawasan dan evaluasi.
6. Penggunaan
dan alokasi sumber-sumber pembangunan yang terbatas adanya secara lebih efisien
dan efektif. Diusahakan dihindarinya keborosan.
7. Dengan
perencanaan, perkembangan ekonomi yang mantap atau pertumbuhan ekonomi yang
terus menerus dapat ditingkatkan.
8. Dengan
perencanaan dapat dicapai stabilitas ekonomi, menghadapi siklus konjungtur.

Mantaph nih artikel'a
BalasHapusSemoga bisa bermanfaat ya
kunjungi balik juga ya di Ikubaru Blogzia: Ekonomi
makasih ya sob :)