Rabu, 03 April 2013

Tulisan 1


TUGAS SOFTSKILL
SEBUAH TULISAN KREATIVITAS



Nama             : Virna Dhestira Permana
NPM              : 27212607
Kelas              : 1EB21
Fakultas          : Ekonomi
Jurusan           : S-1 Akuntansi







My Kreativitas
Kretivitas yang Berawal dari Hobby

Banyak para lelaki mengira wanita itu suka shooping, salon, dandan, alergi dengan panas dan lain sebagainya. Sayapun seperti itu “terkadang”. Tapi hoby saya yang satu ini berbalik dari yang dikirakan. Saya itu perempuan yang bisa dibilang tomboy. Salah satu hobby saya yaitu, “Taekwondo”. Disini, saya akan membahas sedikit sejarah tentang Taekwondo, yang saya ketahui :
Taekwondo merupakan salah satu jenis atau cabang olahraga beladiri yang berasal dari Korea Selatan. Taekwondo memiliki arti yaitu, “Tae” yang berarti “Kaki”, “Kwondo” yang berarti Pukulan dengan tangan/tinju”, dan “Do” yang berarti “Sistem/cara/seni”. Jadi, arti kesuluruhan dari Taekwondo adalah seni beladiri yang menggunakan kaki dan tangan sebagai senjata beladiri untuk menaklukan lawannya.
Tae kwon-do berkembang sejak tahun 37M, pada masa dinasti Kogooryo di Korea. Dahulu, masyarakat menyebutnya dengan nama berbeda, yaitu Subak, Taekkyon, taeyon. Tae kwon-do kerap dijadikan pertunjukan acara ritual yang dilakukan oleh bangsa Korea, Tae kwon-do juga menjadi senjata bela diri andalan para ksatria. Sejarah panjang Korea pada dinasti Chosun kuno, kerajaan Shila, dan dinasti Koryo pada masa kejayaannya.
Pada saat Korea merdeka pada tahun 1945 rakyat Korea berusaha mengembangkan Taekwondo yang merupakan seni bela diri tradisional Korea, sehingga Taekwondo diterima dan berkembang pesat diseluruh dunia.
Semenjak SMA kelas 2 saya sudah mengikuti seni beladiri ini. Mungkin kalau di sekolah biasa dibilang dengan ekstrakulikuler yah, hehehe. Tapi semenjak kuliah saya sudah tidak pernah lagi latihan dan tingkatan sabuk tidak naik-naik. Mungkin karena jadwal kuliah saya yang padat dan kurangnya waktu luang. Eh iya, saya mau kenalin nih nama-nama pelatih saya yang biasa dipanggil Sabeum. Pertama itu bernama Leo lalu di gantikan dengan Sabeum Badra. Saya juga akan mengenalkan tingkatan sabuk Taekwondo dan pengertiannya yang dibagi menjadi 2, yaitu :
1.      Tingkat pemula
·  Sabuk Putih 
sabuk putih di taekwondo melambangkan suatu kepolosan, tidak tahu apa-apa, dimana seorang siswa pada sabuk putih ini memulai belajar taekwondo dengan tidak tahu apa-apa. seseorang yang baru memulai belajar Taekwondo akan mendapatkan sabuk putih.
·  Sabuk Kuning
Sabuk kuning di dalam taekwondo melambangkan bumi, dimana seorang siswa pada sabuk ini mulai menciptakan dasar untuk dirinya sendiri dalam teknik-teknik taekwondo. siswa tersebut mulai mengembangkan sistem akar dalam di bumi dan seni telah mulai tumbuh.

2.      Tingkat Menengah
·  Sabuk Hijau
Warna hijau menandakan pertumbuhan dan kemakmuran, seperti tanaman hijau karena mereka tumbuh di tanah. Setelah siswa telah membangun dasar yang kuat untuk dirinya sendiri, ia telah mulai berkembang dalam seni taekwondo.
·  Sabuk Biru
Biru merupakan warna langit, dan ikat pinggang ini adalah untuk mengingatkan siswa untuk meraih langit dan terus berkembang dalam seni sampai itu dikuasai.
·  Sabuk Merah
Warna ini melambangkan dari bahaya dan dianggap sebagai peringatan bagi para siswa untuk mengendalikan keterampilan dan teknik yang baru ditemukan dengan kontrol dan kebijaksanaan.
·  Sabuk Hitam
Merupakan tingkatan yang paling puncak/ tingkat paling senior di dalam taekwondo, warna ini, mewakili kematangan dan martabat. Level ini berarti bahwa seorang siswa sepenuhnya siap dalam seni suci taekwondo.

Saya juga akan mengenalkan sedikit tentang jurus-jurus Taekwondo, yaitu :
1.      Poomse atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
2.      Kyukpa atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan tusukan jari tangan.
3.      Kyoruki atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan dan teknik pertahanan diri.
Taekwondo Basic
Gerakan dasar Tae Kwon Do (Ki Bon Do Jak) terbentuk dari kombinasi berbagai teknik gerakan menyerang dan bertahan. Dasar-dasar Tae Kwon Do terdiri atas 5 komponen, yaitu:
1.      Keupso (bagian tubuh yang menjadi sasaran), terdiri atas :
a.      Eolgol (bagian atas/kepala/muka)
b.      Momtong (bagian tengah/badan)
c.      Arae (bagian bawah tubuh)
2.      Bagian tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan, terdiri atas :
·  Jumeok (kepalan), yaitu Deung-Jumeok (punggung kepalan), Me-Jumeok (kepalan palu), Pyon-Jumeok, Bam-Jumeok, Jipke-Jumeok.
·  Son (tangan), yaitu Sonnal (pisau tangan), Sonnal-Deung, Batang-Son (telapak tangan), Pyon-Jumeok, Pyonson-Keut dengan variasi Pyonson-Keut Sewo Chireugi, Pyonson-Keut Upeo Chireugi, Jechin-Pyonson-Keut, Gawison Keut, Ageum Son.
·  Palmok (lengan), yaitu An Palmok (lengan bagian dalam), Bakkat Palmok (lengan bagian luar) , Deung Palmok, Mit Palmok.
·  Palgup (siku).
·  Dari (kaki bagian atas) yaitu Mureup / lutut dan Jeonggang Wi / tulang kering, dan
Bal (kaki bagian bawah), yaitu Ap chuk (ujung depan telapak kaki), Dwitchuk (telapak kaki bagian belakang), Dwikumchi (tumit), Baldeung (punggung kaki), Balnal Deung, Balbadak (telapak kaki bagian dalam), Balkkeut, Balnal (pedang telapak kaki).
3.      Seogi (sikap kuda-kuda), yang terdiri dari 3 sikap kuda-kuda pokok yaitu :
a.      Neolpyo Seogi (sikap kuda-kuda terbuka), terdiri atas :
·  Pyeonhi Seogi (sikap kuda-kuda rileks)
·  Charyeot Seogi (sikap kuda-kuda bersiap)
·  Naranhi Seogi (sikap kuda-kuda sejajar).
·  Juchum Seogi (sikap kuda-kuda duduk).
·  Ap Seogi (sikap kuda-kuda jalan pendek).
·  Ap Kubi Seogi (sikap kuda-kuda jalan panjang).
·  Dwit Kubi Seogi (sikap kuda-kuda kuda-kuda L).
·  Beom Seogi (sikap kuda-kuda harimau).
·  Hakdari Seogi (sikap kuda-kuda satu kaki)
b.      Moa Seogi (sikap kuda-kuda tertutup), terdiri atas Moa Seogi dan Koa Seogi (sikap kuda-kuda kaki menyilang).
c.      Teuksu Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus), terdiri atas Kibon Junbi Seogi (sikap kuda-    kuda siap), Bojumeok Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap dengan menutup kepalan).
4.      Makki (tangkisan), berbagai macam tangkisan diantaranya yaitu:
·  Arae Makki (tangkisan ke bawah)
·  Eolgol Makki (tangkisan ke atas)
·  Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar ke dalam)
·  Momtong Bakkat Makki (tangkisan ke tengah dari dalam ke luar)
·  Sonnal Momtong Makki (tangkisan ke tengah dengan pisau tangan)
·  Batang Son Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak tangan)
·  Kawi Makki (tangkisan menggunting)
·  Sonnal Bitureo Makki (tangkisan melintir dengan satu pisau tangan)
·  Hecho Makki (tangkisan ganda ke luar)
·  Eotgoreo Arae Makki (tangkisan silang ke arah bawah)
·  Wesanteul Makki (tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar
5.      Kongkyok Kisul (teknik serangan), terdiri atas:
a.      Jereugi (pukulan), yaitu :
·  Momtong Jireugi (pukulan lurus ke depan, sasaran tengah / ulu hati).
·  Yeop Jireugi (pukulan lurus ke samping).
·  Dangkyo Teok Jireugi (pukulan ke rahang sambil menarik).
·  Du Jumeok Jecho Jireugi (pukulan ganda mengait ke atas).
·  Chi Jireugi (pukulan Dari Bawah Keatas)
·  oreon jireugi (pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang)
b.      Chigi (sabetan), yaitu :
·  Han Sonnal Mok Chigi (sabetan tunggal dengan pisau tangan)
·  Jebipoom Mok Chigi (sabetan dari lura ke dalam dibarengi tangkisan pisau tangan ke arah atas)
·  Me Jumeok Naeryo Chigi (sabetan dari atas ke bawah dengan bantalan kepalan bagian ruas kelingking)
·  Dung Jumeok Eolgul Ap Chigi (sabetan depan menggunakan bonggol atas kepalan dengan sasaran atas)
·  Palkup Dollyo Chigi (sabetan memutar dengan siku tangan)
·  Palkup Pyojeok Chigi (sabetan siku tangan dengan sabetan sasaran/target terpegang)
·  Mureup Chigi (sabetan yang menggunakan lutut)
·  Deung Jumeok Bakkat Chigi (sabetan dari dalam ke luar dengan menggunakan bonggol atas kepalan).
c.      Chireugi (tusukan), yaitu :
·  Pyeonson Keut Sewo Chireugi (tutuksan dengan telapak tangan tegak)
·  Kawison Keut Chireugi (tusukan dengan 2 jari ke arah mata.
d.      Chagi (tendangan), yaitu :
·  Ap Chagi (tendangan depan)
·  Dollyo Chagi (tendangan serong/memutar kesamping)
·  Yeop Chagi (tendangan samping)
·  Dwi Chagi (tendangan belakang)
·  Naeryo Chagi (tendangan menurun/mencangkul)
·  Twio Yeop Chagi (tendangan Yoep Chagi dengan melompat)
·  Dwi Huryeo Chagi (tendangan balik dengan mengkait)
·  Doobal Dangsang Chagi (tendangan ganda ke depan sambil melompat)
·  Twio Ap Chagi
·  Twio Dwi Chagi, lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut
 
Berikut ini adalah foto-foto saya saat bersama Sabeum dan teman-teman saya. Foto ini diambil, saat kami setelah selesai Demo atau aksi kami untuk menarik murid-murid baru untuk bisa mengikuti latihan beladiri tersebut kedepannya.

 




Sekian kreativitas saya dan terima kasih, semoga bermanfaat hehehehe…






Tidak ada komentar:

Posting Komentar