TUGAS SOFTSKILL
SEBUAH
TULISAN KREATIVITAS
Nama : Virna Dhestira Permana
NPM
: 27212607
Kelas
: 1EB21
Fakultas : Ekonomi
Jurusan : S-1 Akuntansi
My
Kreativitas
Kretivitas yang Berawal dari Hobby
Banyak
para lelaki mengira wanita itu suka shooping, salon, dandan, alergi dengan
panas dan lain sebagainya. Sayapun seperti itu “terkadang”. Tapi hoby saya yang
satu ini berbalik dari yang dikirakan. Saya itu perempuan yang bisa dibilang
tomboy. Salah satu hobby saya yaitu, “Taekwondo”. Disini, saya akan membahas sedikit
sejarah tentang Taekwondo, yang saya ketahui :
Taekwondo
merupakan salah satu jenis atau cabang olahraga beladiri yang berasal dari
Korea Selatan. Taekwondo memiliki arti yaitu, “Tae” yang berarti “Kaki”,
“Kwondo” yang berarti “Pukulan dengan tangan/tinju”, dan “Do” yang berarti “Sistem/cara/seni”.
Jadi, arti kesuluruhan dari Taekwondo adalah seni beladiri
yang menggunakan kaki dan tangan sebagai senjata beladiri untuk menaklukan
lawannya.
Tae kwon-do
berkembang sejak tahun 37M,
pada masa dinasti Kogooryo di Korea. Dahulu, masyarakat menyebutnya dengan nama
berbeda, yaitu Subak, Taekkyon, taeyon. Tae kwon-do kerap dijadikan pertunjukan
acara ritual yang dilakukan oleh bangsa Korea, Tae kwon-do juga menjadi
senjata bela diri andalan para ksatria. Sejarah panjang Korea pada dinasti
Chosun kuno, kerajaan Shila, dan dinasti Koryo pada masa kejayaannya.
Pada saat Korea
merdeka pada tahun 1945 rakyat Korea berusaha mengembangkan Taekwondo yang
merupakan seni bela diri tradisional Korea, sehingga Taekwondo diterima dan
berkembang pesat diseluruh dunia.
Semenjak SMA kelas 2 saya sudah
mengikuti seni beladiri ini. Mungkin kalau di sekolah biasa dibilang dengan
ekstrakulikuler yah, hehehe. Tapi semenjak kuliah saya sudah tidak pernah lagi
latihan dan tingkatan sabuk tidak naik-naik. Mungkin karena jadwal kuliah saya
yang padat dan kurangnya waktu luang. Eh iya, saya mau kenalin nih nama-nama
pelatih saya yang biasa dipanggil Sabeum. Pertama itu bernama Leo lalu di
gantikan dengan Sabeum Badra. Saya juga akan mengenalkan tingkatan sabuk
Taekwondo dan pengertiannya yang dibagi menjadi 2, yaitu :
1.
Tingkat pemula
· Sabuk Putih
sabuk putih di taekwondo
melambangkan suatu kepolosan, tidak tahu apa-apa, dimana seorang siswa pada
sabuk putih ini memulai belajar taekwondo dengan tidak tahu apa-apa. seseorang
yang baru memulai belajar Taekwondo akan mendapatkan sabuk putih.
· Sabuk Kuning
Sabuk kuning di dalam taekwondo
melambangkan bumi, dimana seorang siswa pada sabuk ini mulai menciptakan dasar
untuk dirinya sendiri dalam teknik-teknik taekwondo. siswa tersebut mulai
mengembangkan sistem akar dalam di bumi dan seni telah mulai tumbuh.
2.
Tingkat Menengah
· Sabuk Hijau
Warna hijau menandakan pertumbuhan
dan kemakmuran, seperti tanaman hijau karena mereka tumbuh di tanah. Setelah
siswa telah membangun dasar yang kuat untuk dirinya sendiri, ia telah mulai
berkembang dalam seni taekwondo.
· Sabuk Biru
Biru merupakan warna langit, dan
ikat pinggang ini adalah untuk mengingatkan siswa untuk meraih langit dan terus
berkembang dalam seni sampai itu dikuasai.
· Sabuk Merah
Warna ini melambangkan dari bahaya
dan dianggap sebagai peringatan bagi para siswa untuk mengendalikan
keterampilan dan teknik yang baru ditemukan dengan kontrol dan kebijaksanaan.
· Sabuk Hitam
Merupakan tingkatan yang paling
puncak/ tingkat paling senior di dalam taekwondo, warna ini, mewakili
kematangan dan martabat. Level ini berarti bahwa seorang siswa sepenuhnya siap
dalam seni suci taekwondo.
Saya juga akan mengenalkan sedikit
tentang jurus-jurus Taekwondo, yaitu :
1.
Poomse
atau rangkaian jurus adalah rangkaian teknik gerakan dasar serangan dan
pertahanan diri, yang dilakukan melawan lawan yang imajiner, dengan mengikuti
diagram tertentu. Setiap diagram rangkaian gerakan poomse didasari oleh
filosofi timur yang menggambarkan semangat dan cara pandang bangsa Korea.
2.
Kyukpa
atau teknik pemecahan benda keras adalah latihan teknik dengan memakai sasaran/obyek
benda mati, untuk mengukur kemampuan dan ketepatan tekniknya. Obyek sasaran
yang biasanya dipakai antara lain papan kayu, batu bata, genting, dan
lain-lain. Teknik tersebut dilakukan dengan tendangan, pukulan, sabetan, bahkan
tusukan jari tangan.
3.
Kyoruki
atau pertarungan adalah latihan yang mengaplikasikan teknik gerakan dasar atau
poomse, dimana dua orang yang bertarung saling mempraktekkan teknik serangan
dan teknik pertahanan diri.
Taekwondo Basic
Gerakan
dasar Tae Kwon Do (Ki Bon Do Jak) terbentuk dari kombinasi berbagai teknik
gerakan menyerang dan bertahan. Dasar-dasar Tae Kwon Do terdiri atas 5
komponen, yaitu:
1. Keupso
(bagian tubuh yang menjadi sasaran), terdiri atas :
a. Eolgol
(bagian atas/kepala/muka)
b. Momtong
(bagian tengah/badan)
c. Arae
(bagian bawah tubuh)
2. Bagian
tubuh yang digunakan untuk menyerang dan bertahan, terdiri atas :
· Jumeok
(kepalan), yaitu Deung-Jumeok (punggung kepalan), Me-Jumeok (kepalan palu),
Pyon-Jumeok, Bam-Jumeok, Jipke-Jumeok.
· Son
(tangan), yaitu Sonnal (pisau tangan), Sonnal-Deung, Batang-Son (telapak
tangan), Pyon-Jumeok, Pyonson-Keut dengan variasi Pyonson-Keut Sewo Chireugi,
Pyonson-Keut Upeo Chireugi, Jechin-Pyonson-Keut, Gawison Keut, Ageum Son.
· Palmok
(lengan), yaitu An Palmok (lengan bagian dalam), Bakkat Palmok (lengan bagian
luar) , Deung Palmok, Mit Palmok.
· Palgup
(siku).
· Dari
(kaki bagian atas) yaitu Mureup / lutut dan Jeonggang Wi / tulang kering, dan
Bal
(kaki bagian bawah), yaitu Ap chuk (ujung depan telapak kaki), Dwitchuk
(telapak kaki bagian belakang), Dwikumchi (tumit), Baldeung (punggung kaki),
Balnal Deung, Balbadak (telapak kaki bagian dalam), Balkkeut, Balnal (pedang
telapak kaki).
3. Seogi
(sikap kuda-kuda), yang terdiri dari 3 sikap kuda-kuda pokok yaitu :
a. Neolpyo
Seogi (sikap kuda-kuda terbuka), terdiri atas :
· Pyeonhi
Seogi (sikap kuda-kuda rileks)
· Charyeot
Seogi (sikap kuda-kuda bersiap)
· Naranhi
Seogi (sikap kuda-kuda sejajar).
· Juchum
Seogi (sikap kuda-kuda duduk).
· Ap
Seogi (sikap kuda-kuda jalan pendek).
· Ap
Kubi Seogi (sikap kuda-kuda jalan panjang).
· Dwit
Kubi Seogi (sikap kuda-kuda kuda-kuda L).
· Beom
Seogi (sikap kuda-kuda harimau).
· Hakdari
Seogi (sikap kuda-kuda satu kaki)
b. Moa
Seogi (sikap kuda-kuda tertutup), terdiri atas Moa Seogi dan Koa Seogi (sikap
kuda-kuda kaki menyilang).
c. Teuksu
Poom Seogi (sikap kuda-kuda khusus), terdiri atas Kibon Junbi Seogi (sikap
kuda- kuda siap), Bojumeok Junbi Seogi (sikap kuda-kuda siap
dengan menutup kepalan).
4. Makki
(tangkisan), berbagai macam tangkisan diantaranya yaitu:
· Arae
Makki (tangkisan ke bawah)
· Eolgol
Makki (tangkisan ke atas)
· Momtong
An Makki (tangkisan ke tengah dari luar ke dalam)
· Momtong
Bakkat Makki (tangkisan ke tengah dari dalam ke luar)
· Sonnal
Momtong Makki (tangkisan ke tengah dengan pisau tangan)
· Batang
Son Momtong An Makki (tangkisan ke tengah dari luar dengan bantalan telapak
tangan)
· Kawi
Makki (tangkisan menggunting)
· Sonnal
Bitureo Makki (tangkisan melintir dengan satu pisau tangan)
· Hecho
Makki (tangkisan ganda ke luar)
· Eotgoreo
Arae Makki (tangkisan silang ke arah bawah)
· Wesanteul
Makki (tangkisan ganda memotong arah bawah dan ke luar
5. Kongkyok
Kisul (teknik serangan), terdiri atas:
a. Jereugi
(pukulan), yaitu :
· Momtong
Jireugi (pukulan lurus ke depan, sasaran tengah / ulu hati).
· Yeop
Jireugi (pukulan lurus ke samping).
· Dangkyo
Teok Jireugi (pukulan ke rahang sambil menarik).
· Du
Jumeok Jecho Jireugi (pukulan ganda mengait ke atas).
· Chi
Jireugi (pukulan Dari Bawah Keatas)
· oreon
jireugi (pukulan dengan tangan kanan yang dilakukan sambil menendang)
b. Chigi
(sabetan), yaitu :
· Han
Sonnal Mok Chigi (sabetan tunggal dengan pisau tangan)
· Jebipoom
Mok Chigi (sabetan dari lura ke dalam dibarengi tangkisan pisau tangan ke arah
atas)
· Me
Jumeok Naeryo Chigi (sabetan dari atas ke bawah dengan bantalan kepalan bagian
ruas kelingking)
· Dung
Jumeok Eolgul Ap Chigi (sabetan depan menggunakan bonggol atas kepalan dengan
sasaran atas)
· Palkup
Dollyo Chigi (sabetan memutar dengan siku tangan)
· Palkup
Pyojeok Chigi (sabetan siku tangan dengan sabetan sasaran/target terpegang)
· Mureup
Chigi (sabetan yang menggunakan lutut)
· Deung
Jumeok Bakkat Chigi (sabetan dari dalam ke luar dengan menggunakan bonggol atas
kepalan).
c. Chireugi
(tusukan), yaitu :
· Pyeonson
Keut Sewo Chireugi (tutuksan dengan telapak tangan tegak)
· Kawison
Keut Chireugi (tusukan dengan 2 jari ke arah mata.
d. Chagi
(tendangan), yaitu :
· Ap
Chagi (tendangan depan)
· Dollyo
Chagi (tendangan serong/memutar kesamping)
· Yeop
Chagi (tendangan samping)
· Dwi
Chagi (tendangan belakang)
· Naeryo
Chagi (tendangan menurun/mencangkul)
· Twio
Yeop Chagi (tendangan Yoep Chagi dengan melompat)
· Dwi
Huryeo Chagi (tendangan balik dengan mengkait)
· Doobal
Dangsang Chagi (tendangan ganda ke depan sambil melompat)
· Twio
Ap Chagi
· Twio
Dwi Chagi, lompat ditempat berbalik kebelakang, menyodok kearah perut
Berikut ini adalah foto-foto saya
saat bersama Sabeum dan teman-teman saya. Foto ini diambil, saat kami setelah
selesai Demo atau aksi kami untuk menarik murid-murid baru untuk bisa mengikuti
latihan beladiri tersebut kedepannya.
Sekian kreativitas saya dan terima kasih, semoga
bermanfaat hehehehe…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar