RUANG LINGKUP PENGANTAR BISNIS
Kelas : 1EB21
Nama : NPM :
· Dikzi 28212129
· Emilia Ferry 22212485
· Riza Novia 26212515
· Virna
Dhestira 27212607
· Yunita Rizky 27212975
Universitas Gunadarma
Tahun 2012
PENDAHULUAN
Bisnis = Perusahaan
Mengacu pada pendapat Raymond E Glosh (2001), Perusahaan
dapat didefinisikan sebagai organisasi yang memproses perubahan keahlian dan
sumber daya ekonomi menjadi barang dan jasa bagi pemuasan kebutuhan konsumen,
serta diharapkan akan memperoleh laba bagi pemiliknya.
Dengan demikian dapat dikatakan bahwa konsep perusahaan
merupakan bagian dari konsep bisnis, namun demikian dalam pembahasan
selanjutnya istilah ‘bisnis’ akan lebih sering dipergunakan dari pada
‘perusahaan’.
ISI
Sistem
Perekonomian dan Sistem Pasar
1. Sistem Perekonomian : Sistem
perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk
mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun
organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi
dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh
memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor
tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan
sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.
Selain
faktor produksi, sistem ekonomi juga dapat dibedakan dari cara sistem tersebut
mengatur produksi dan alokasi. Sebuah perekonomian terencana (planned
economies) memberikan hak kepada pemerintah untuk mengatur faktor-faktor
produksi dan alokasi hasil produksi. Sementara pada perekonomian pasar (market
economic), pasar lah yang mengatur faktor-faktor produksi dan alokasi barang
dan jasa melalui penawaran dan permintaan.
2.
Sistem Pasar
Kesempatan
Bisnis atau Usaha
Dalam barusaha Kita dapat
menggunakan beberapa cara tetapi tidak ada jaminan usaha Kita akan berhasil.
Tetapi dalam melakukan suatu usaha Kita harus berani mengambil resiko. Beberapa
cara itu adalah :
1.
Penuhi
Kebutuhan Konsumen : Ini merupakan cara buka usaha
yang paling umum. Jika di kantor Anda membutuhkan layanan
katering, buka usaha katering. Jika warga di
sekitar rumah membutuhkan jasa binatu, wartel, warnet, rental komputer, kursus,
dll, buka usaha sesuai kebutuhan mereka tadi. Kuncinya, kenali kebutuhan
konsumen. Lalu penuhi dengan harga, kualitas produk dan
pelayanan yang lebih baik. Usaha berdasarkan kebutuhan
konsumen yang nyata adalah hal prinsip dari semua jenis usaha.
2.
Jual
Keunikan : Jika Anda lumayan kreatif
dan inovatif, pasti banyak hal baru yang berhasil Anda kreasikan.
Banyak usaha baru dimulai dari penemuan jenis produk, teknologi,
sistem, dan program baru. Jika berhasil mencipta program komputer
baru misalnya, jangan ragu mematenkan dan menjualnya. Penemuan
baru apalagi khas dan unik sangat berpeluang menembus
pasar.
3.
Duplikasi
Usaha Lain : Bagi mereka yang merasa
dirinya kurang kreatif dan inovatif, jangan patah arang. Terkadang ide usaha
tersebar di mana-mana. Bahkan di depan mata. Anda hanya perlu
membaca peluang, mengukur potensi, dan berani mengambil risiko. Misalnya
di depan kampus A usaha fotokopi laris. Apa salahnya menyainginya
di tempat yang sama? Anda cukup "memfotokopi"
usaha itu, plus memberi sedikit nilai
lebih (harga, pelayanan, kecepatan, keramahan). Siaplah bersaing!
4.
Beri
Fasilitas Tambahan : Mirip cara sebelumnya,
namun perlu sedikit sentuhan kreatifitas.
Misalnya tetangga Anda membuka penyewaan Play Station. Anda masih bisa
menyainginya dengan tambahan fasilitas atau memperluas penawaran (bar,
warnet, wartel, makanan siap saji, dll) di lokasi yang sama. Hampir
setiap waktu ada saja jenis usaha yang lagi ngetren. Sedikit
fasilitas tambahan, anda pun siap bersaing dengan yang lebih dulu ada.
5.
Jual
Ketrampilan : Jeli mengenali bakat orang? Itu pun awal
bisnis yang menantang. Banyak orang berbakat yang jika dikembangkan
dan diberi tempat bisa dijual lebih mahal. Tempat-tempat seperti
restoran, toko-toko, salon, kursus, servis, pasar, mal-mal,
adalah gudangnya orang berbakat. Ambil 2-3 pemangkas
rambut berbakat dari salon-salon kecil. Sewakan tempat yang bagus,
lengkapi dengan alat, beri brand yang khusus, dan suntik dengan sistem
pelayanan yang sempurna. Anda pun sudah memiliki sebuah usaha
pemangkas rambut yang eksklusif.
6.
Jadi Agen : Mirip
dengan sebelumnya, Anda bisa membuka kantor keagenan atau biro
yang menyediakan jasa atau layanan spesifik. Misalnya agen
modeling, foto model, penyanyi berbakat, head hunter, pengisi acara hiburan,
biro jodoh, baby sister, dll. Untuk usaha ini, Anda
perlu pengalaman dan relasi. Tetapi Anda bisa tangani sendiri atau
mempekerjakan orang-orang berbakat di dalamnya.
7.
Jual Barang
Second : Masih sedikit yang peka dengan
usaha ini. Barang second dengan nilai bisa punya harga tinggi. Anda
bisa memburu barang-barang bermerk asli yang sudah tidak dipakai lagi.
Anda bisa menjualnya di tempat lain dan dengan harga spesial. Banyak
ekspatriat, selebritis, pengusaha, sampai jenderal yang punya selera
berpakaian dan beraksesoris mahal di negeri ini. Anda tidak akan kekurangan
barang.
8.
Buka Kantor : Misalnya
anda berlatar belakang profesi seperti
dokter, akuntan, pengacara, notaris, desainer, trainer, ataupun
konsultan. Jika sekarang masih jadi “pekerja” di perusahaan
orang, siap-siaplah merintis buka kantor sendiri. Kurang modal dan SDM?
Ajak kolega atau teman seprofesi untuk patungan modal. Juallah skill dan
pengalaman Anda. Jika reputasi bagus, relasi banyak, jangan kuatir kekurangan
klien.
9.
Jalankan
DS/MLM : Bisnis ini prospektif, walau belum
banyak dipilih menjadi alternatif. Direct Selling
dan Multi-Level Marketing sering disebut people
franchise. Modalnya murah meriah, namun sudah
didukung produk yang bagus, sistem pemasaran,
pelatihan, dan jenjang karier. Sebagian
perusahaan memberi kesempatan member mendirikan
perseroan sendiri (authorized distributor) atau
stockist. Namun waspadalah! Hindari bisnis skema piramid atau
money game yang berkedok MLM.
10. Beli Waralaba : Yang
modalnya lumayan besar, tapi tak mau repot pikirkan usaha
yang sama sekali baru, beli waralaba (franchise) bisa jadi pilihan. Waralaba
merupakan jenis usaha yang relatif
terstandarisasi. Butuh kejelian membaca waralaba mana
yang bagus. Berikut kemampuan membaca potensi pasarnya. Kini makin banyak
pilihan waralaba, yang butuh modal besar atau sedang-sedang saja.
11. Beli Usaha Prospektif : Ada
pula usaha tertentu punya keunikan dan SDM
bagus. Prospek ke depannya pun cerah. Sayang untuk berkembang untuk lebih jauh,
usaha itu tidak punya modal lebih. Jika
modal Anda cukup besar, dan menurut kalkulasi usaha itu
bisa dikembangkan lebih pesat lagi, Anda bisa
membelinya. Cara ini relatif lebih mahal,
tetapi lumayan disukai investor tulen.
12. Beli Usaha Sekarat : Banyak
usaha sekarat, bukan karena tidak ada prospek. Namun semata-mata karena
manajemennya ambaradul. Jika Anda cukup jeli memetakan prospek ke
depannya dan cukup pengalaman merekayasa ulang usaha, maka inilah
peluang menarik. Usaha seperti ini bisa Anda beli dengan harga relatif
murah. Kadang malah seperti harga “grosir”.
Namun ingat, biaya pemolesannya harus Anda kontrol.
13. Buka Lokasi : Beberapa usaha cepat
sekali berkembang karena faktor lokasi. Semisal, ada pembangunan perumahan
mewah di daerah pinggiran. Jika perumahan itu laku, umumnya
perekonomian di situ akan cepat berkembang. Fasilitas pendukung
akan makin banyak dibutuhkan. Nah, layani warga
setempat dengan produk atau jasa yang
sangat mereka butuhkan. Jangan lupa, pilihlah lokasi yang paling
strategis di sana.
14. Usaha Bersama : Kadang
usaha tertentu bisa lebih bagus jika didirikan dan
dikelola bersama-sama. Semisal Anda kuper, tapi
jago masak masakan asing. Sementara teman dekat Anda jago melobi
dan punya relasi luas. Bisa saja Anda bersama-sama buka
usaha restoran. Kelebihan masing-masing bisa saling
memperkuat usaha baru, sekaligus memperbesar basis modalnya.
Konsep
Lingkungan Bisnis
Konsep
Lingkungan Bisnis : Adalah
sekumpulan faktor2 tertentu yang akan mempengaruhi arah kebijakan dari suatu
perusahaan dalam mengelola aktifitas bisnisnya.
Faktor2 tersebut meliputi lingkungan eksternal
yang dibagi dalam lingkungan jauh (makro) yaitu : Politik, Ekonomi, Sosbud dan
teknologi, dan lingkungan industri, serta lingkungan internal yaitu meliputi
aspek-aspek dan kebijakan internal didalam lingkungan perusahaan.
Lingkungan Jauh
(Makro)
Lingkungan jauh
(makro)
: terdiri dari faktor-faktor yang pada dasarnya berada jauh diluar kendali
perusahaan (bersifat : uncontrolable). Faktor makro yang biasanya menjadi titik
perhatian perusahaan anatra lain : faktor Politik, Hukum, Ekonomi (kebijakan fiskal
& moneter), Sosial Budaya dan Teknologi. Lingkungan makro ini selain memberikan
kesempatan dan peluang bagi perusahaan untuk maju dan mengembangkan bisnisnya,
sekaligus juga dapat menjadi hambatan dan ancaman yang dapat mempengaruhi
kelangsungan hidup suatu perusahaan.
Faktor Politik
(Lingkungan makro)
Bagi para pengusaha, arah, kebijakan
dan stabilitas politik menjadi faktor penting dalam berusaha. Situasi politik
yang tidak kondusif akan berdampak negatif bagi dunia usaha, begitu pula
sebaliknya.
Beberapa hal yang perlu diperhatikan
terkait dengan faktor politik anatar lain :
Stabilitas nasional :
Stabilitas nasional :
·
hankamnas,
makar, sparatis.
·
Jaminan
keamanan (travel warning etc)
·
Pemerintahan
yang legitimate & demokratis
·
Good
Corporate Governance
·
Kepastian
Hukum & Undang-undang, HAM dll.
·
Faktor
Ekonomi (Lingkungan Makro)
Kondisi perekonomian disuatu
negara/daerah secara langsung dapat mempengaruhi iklim bisnis dari perusahaan.
Semakin buruk kondisi ekonomi, maka akan semakin buruk pula iklim bisnisnya.
Beberapa faktor penting terkait dengan
kondisi ekonomi disuatu negara/daerah antara lain :
·
GNP,
GDP dan Pendapatan Perkapita
·
Tingkat
Inflasi, Suku Bunga
·
Investasi
(PMA & PMDN)
·
Harga
produk & Jasa
·
Ketersediaan
Energi dan sarana prasarana lainnya
·
Pasar
tenaga kerja
Faktor Sosial
(Lingkungan Makro)
Kondisi sosial masyarakat memang
bersifat dinamis dan selalu berubah dari masa ke masa, oleh karena itu
perusahaan senantiasa dituntut mampu mengantisipasi perubahan kultur sosial
masyarakat.
Kondisi sosial ini banyak sekali aspeknya
misalnya sikap, gaya hidup, adat-istiadat, kultural, ekologis, demografis,
religius, pendidikan maupun etnis tertentu.
Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup (life style) akibat peningkatan income, perubahan strata sosial maupun ekses dari perkembangan teknologi.
Perubahan kondisi sosial biasanya terkait dengan perubahan sikap dan gaya hidup (life style) akibat peningkatan income, perubahan strata sosial maupun ekses dari perkembangan teknologi.
Faktor Teknologi
(Lingkungan Makro)
Setiap perusahaan yang ingin tetap
eksis dan berkembang bisnisnya, maka harus selalu mengikuti trend perkembangan
teknologi terkini, sehingga produk dan jasa yang dihasilkan dapat selalu
uptodate sesuai dengan keinginan konsumen.
Perusahaan harus bersifat responsive, aktif, kreatif terhadap setiap perkembangan inovasi teknologi baru. (lihatlah ketatnya persaingan teknologi di industri automotif dan ponsel).
Perusahaan harus bersifat responsive, aktif, kreatif terhadap setiap perkembangan inovasi teknologi baru. (lihatlah ketatnya persaingan teknologi di industri automotif dan ponsel).
LINGKUNGAN
INDUSTRI
Lingkungan industri lebih mengarah
pada persaingan diantara suatu perusahaan penghasil produk yang sejenis dalam
suatu area wilayah tertentu, Misal lingkungan industri otomotif untuk produsen
motor di Indonesia adalah : Honda, Yamaha, Suzuki, Kawazaki, Kymko, Bajaj, dll.
Ada 6 (enam) variabel yang berpengaruh
terhadap strategi bersaing dalam suatu lingkungan industri tertentu, yaitu :
·
Hambatan
Memasuki Pasar (Barier to Entry)
·
Kekuatan
Tawar (Bargaining Power) Pembeli
·
Kekuatan
Tawar (Bargaining Power) Pemasok
·
Ketersediaan
Produk Substitusi
·
Persaingan
Sesama Perusahaan Dalam Industri
·
Pengaruh
kekuatan Stake Holder
Hambatan
Memasuki Pasar (barier to Entry)
Masuknya perusahaan pendatang baru
akan menimbulkan sejumlah implikasi bagi perusahaan lama yang telah ada,
misalnya terjadi perebutan pangsa pasar, sumber daya yang terbatas dsb.Ada
beberapa faktor dan cara yang dapat dipakai untuk dapat menghambat masuknya
pendatang baru kedallam suatu industri tertentu (barier to entry) antara lain :
·
Skala
ekonomi & Kecukupan Modal
·
Diferensiasi
Produk
·
Peraturan
Pemerintah
·
Akses
ke Pemasok & Saluran Distribusi
Kekuatan Tawar
Pembeli
Pembeli (buyers) mampu mempengaruhi
produsen untuk memotong harga produk tertentu, meningkatkan mutu dan kualitas
pelayanan serta mengadu perusahaan dengan kompetitor melalui berbagai
keunggulan masing-masing.
Bagaimana hal ini bisa terjadi ?
·
Jika
pembeli membeli dalam jumlah yang besar
·
Sifat
produk umum, banyak pemasok mudah mencari substitusinya
Kekuatan Tawar
Pemasok (Bargaining Power Supplier)
Pemasok dapat mempengaruhi industri
lewat kemampuan mereka untuk menaikkan harga bahan baku atau penurunan kualitas
produk/jasa. Pemasok akan kuat apabila:
·
Jumlah
pemasok sedikit
·
Produk
bahan baku & jasanya bersifat specifik
·
Tidak
tersedia produk substitusi
·
Pemasok
memiliki kemampuan untuk mengolah produk seperti yang dilakukan
perusahaan/produsen
·
Ketersediaan
Produk Substitusi
Perusahaan dalam suatu indsutri
tertentu bersaing pula dengan munculnya produk substitusi atau pengganti yang
juga beredar dipasaran, sebab meskipun karakteristiknya berbeda barang
substitusi mampu memberikan fungsi, manfaat atau jasa yang serupa bagi
konsumen.
Konsumen yang realistis akan
berpedoman pada prinsip : tiada rotan akarpun jadi. Persaingan Sesama Perusahaan dalam
Industri Sejenis.
Kondisi Pasar Persaingan dalam
Industri, Misal : Monopolistic, Oligopoly, Pasar Persaingan Sempurna, akan
sangat mempengaruhi kebijakan dan kinerja perusahaan.Beberapa faktor yang
berpengaruh terhadap tingkat persaingan bisnis antara lain : Karakteristik
jenis dari masing-masing produk (special/unique, convenience, complementer,
consumptions), Jumlah kompetitor dan tingkat pertumbuhan industri.
Pengaruh Stake
Holder
Stake holder yang dimaksud disini
adalah pihak diluar perusahaan yang secara langsung mempunyai pengaruh dan
kepentingan terhadap perusahaan tersebut, misalnya : pemerintah, serikat
pekerja, kreditor, pemasok, asosiasi, para pemegang saham, lingkungan
masyarakat, dll.
PENUTUP
Dengan
kita mempelajari ruang lingkup pengantar bisnis, kita dapat belajar bagaimana
cara berbisnis yang baik dan kreatif.
Jangan
takut mencoba bisnis yang baru. Kalau kita menekuni bisnis itu dengan
sungguh-sungguh pasti hasilnya bisa sangat memuaskan.
KESIMPULAN
Peranan bisnis sangatlah
penting dalam kehidupan masyarakat, karena melalui kegiatan bisnis suatu
perusahaan akan dapat memenuhi setiap kebutuhan (needs) keinginan (wants) dari
masyarakat konsumen yang beraneka ragam, sehingga konsumen merasa terpuaskan
(customer satisfactions).
Setiap perusahaan yang
berkinerja baik dan mampu memberikan layanan yang memuaskan konsumen maka dipastikan
akan memperoleh “profit” atau keuntungan dan usahanya akan terus berkembang
dengan pesat.
DAFTAR PUSTAKA

Tidak ada komentar:
Posting Komentar