TUGAS MINGGU KE 7
1. Buatlah
dengan suatu contoh kasus tentang proses produksi
(input, proses, output) !
·
Jenis Barang
1.
Pakaian
a.Input
- Kain
Mori
- Pensil
untuk membuat desaign batik
- Canting
yang terbuat dari bambu, berkepala tembaga, bercerat atau bermulut.
- tempat
untuk menyampirkan kain: lilin, panci dan kompor kecil untuk memanaskan.
b.Proses
disebut
molani. Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera
berbeda-beda. Ada yang lebih suka untuk membuat motif sendiri, namun yang lain
lebih memilih untuk mengikuti motif-motif umum yang telah ada.
2) Menggunakan
canting yang telah berisi lilin cair untuk melapisi motif yang diinginkan.
Disesuaikan dengan kebutuhan, misalnya sarung
batik berbeda dengan celana. Tujuannya adalah
supaya saat pencelupan bahan kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi
lapisan lilin tidak terkena. Setelah lilin cukup kering, celupkan kain ke dalam
larutan pewarna.
3) nglorot,
dimana kain yang telah berubah warna direbus dengan air panas. Tujuannya adalah
untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif yang telah digambar
sebelumnya terlihat jelas. Anda tidak perlu khawatir, pencelupan ini tidak akan
membuat motif yang telah di gambar terkena warna, karena bagian atas kain
tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur).
c .Output
-Baju
Batik Pria, & Wanita, Sarung Batik, Baju Kebaya, Kain Bordir
2. Jelaskan
perbedaan manajemen produksi dan produksi. Ceritakan
dengan suatu ilustrasi
*
Manajemen
produksi adalah usaha
pengelolaan secara optimal terhadap faktor-faktor produksi (resources) yang
terbatas adanya untuk mendapatkan hasil tertentu dengan menggunakan
prinsip-prinsip ekonomi yaitu dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan
hasil yang sebanyak-banyaknya atau dengan tingkat hasil tertentu diusahakan
dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya.
*
Produksi
adalah segala pekerjaan yang
menimbulkan guna, memperbesar guna yang ada dan membagikan guna itu di antara
orang banyak.
Ilustrasi dalam manajemen produksi, misalnya ketika sebuah perusahaan tektil
ingin memeperbanyak jumlah produksi barang dalam waktu dekat dan singkat serta
mendapatkan profit bagi perusahaan, sedangkan tak semua faktor-faktor produksi
dapat dipenuhi secara langsung demi tujuan perusahaan tersebut. Maka yang harus
dilakukan oleh perusahaan adalah mengatur atau memanage salah satu saja dari
faktor produksi. Yaitu dengan menambah jumlah SDM atau tenaga kerjanya melalui
cara pengrekrutan karyawan baru, untuk menambah jumlah produksi barang
tersebut. Karena SDM merupakan contoh dari faktor produksi variabel, yang dapat
disesuaikan penggunaannya baik dalam jangka waktu dekat maupun panjang. Berbeda
dengan faktor produksi mesin, yang termasuk dalam faktor produksi tetap yang
sulit dirubah/disesuaikan sesuai tujuan perusahaan.
Sedangkan ilustrasi dalam produksi, misalnya : sebuah perusahaan akan mengolah
dan menjual suatu barang tertetu. Maka diperlukan proses pengumpulaan/pemilihan
bahan baku, kemudian diolah menjadi barang setengah jadi. Hingga melalui
tahapan akhir, dimana barang telah menjadi barang jadi/siap jual.
3. Sebutkan
pengambilan keputusan dalam manajemen produksi !
·
Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang pasti : jadi suatu keputusan diambil
berdasarkan
kajian atau pengalaman dari suatu peristiwa yang pasti atau telah terjadi.
·
Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko keputusan diambil karena dalam suatu kegiatan
atau peristiwa tersebut terdapat resiko yang tidak terduga sebelumnya.
·
Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang tidak pasti : jadi keputusan diambil sebagai
antisipasi terhadap reaksi dari kejadian yang belom pasti terjadi.
·
Pengambilan
keputusan atas peristiwa yang timbul karena pertentangan dengan keadaan lain :
keputusan diambil karena adanya pertentangan dengan keadaan lain , ini bersifat
mendadak tanpa ada rencana.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar