Rabu, 19 Desember 2012

tugas softskill pengantar bisnis minggu ke-11, 12 dan 13


TUGAS MINGGU KE 11, 12 & 13

1.        Buatlah 1 contoh laporan keuangan perusahaan riil dan universal
(neraca dan L/R)

a.           Laporan keuangan Bank DKI
-       Neraca Saldo








-       Perhitungan Laba Rugi



 

2.    Apa arti CSR tentang tanggung jawab social suatu bisnis  pada masyarakat
dan berilah 1 contoh perusahaan riil dan universal untuk implementasi CSR

a.    Corporate Social Responsibility (CSR)
CSR yaitu suatu konsep bahwa organisasi,khususnya (namun bukan hanya) perusahaan adalah memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan”, dimana ada argumentasi bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan keputusannya tidak semata berdasarkan factor keuangan, misalnya deviden melainkan juga berdasarkan konsekuensi social dan lingkungan untuk saat ini maupun jangka panjang.
Menurut World Business Council for Sustainable Development, CSR adalah merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis dan memberikan konstribusi kepada pengembang ekonomi dari komunitas setempat ataupun masyarakat luas bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya beserta seluruh keluarganya.
  
·   Istilah lain dari CSR
*  Pemberian/Amal Perusahaan (Corporate Giving/Charity)
*  Kedermawanan Perusahaan (Corporate Philanthropy)
*  Relasi Kemasyarakatan Perusahaan
   (Corporate Community/PublicRelations)
*  Pengembangan Masyarakat (Community Development)
Keempat nama itu bisa pula dilihat sebagai dimensi atau pendekatan CSR dalam konteks Investasi Sosial Perusahaan (Corporate Social Investment/Investing) yang didorong oleh spektrum motif yang terentang dari motif “amal” hingga “pemberdayaan”.

b.    Beberapa standar CSR :
o Akuntabilitas atas standar AA1000 berdasarkan laporan John Elkington yaitu yaitu laporan yang menggunakan dasar triple bottom line (3BL)
o Global Reporting Initiative yang mungkin merupakan acuan laporan berkelanjutan yang paling banyak digunakan sebagai standar saat ini.
o Verite, acuan pemantauan.
o Laporan standar berdasarkan standar akuntabilitas social internasional SA8000.
o Standar manajemen lingkungan berdasarkan ISO 14000.

c.    Bentuk-bentuk Tanggung Jawab Sosial
~  Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila (HIP).
~  Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
~  Penerapan prinsip Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
~  Perkebunan Inti Rakyat (PIR).
~  System Bapak Angkat – Anak Angkat.

d.    Manfaat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
1. Manfaat bagi Perusahaan
Citra Positif Perusahaan di mata masyarakat & pemerintah.
2.Manfaat bagi Masyarakat
Selain kepentingan masyarakat terakomodasi, hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win solution.
3.Manfaat bagi Pemerintah
Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial dan pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial.

e.    Pro Kontra mengenai Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
1.Argumen yang mendukung perlunya keterlibatan sosial perusahaan.
2.Kebutuhan dan harapan masyarakat yang semakin berubah.
3.Terbatasnya sumber daya alam.
4.Lingkungan sosial yang lebih baik.
5.Pertimbangan tanggung jawab dan kekuasaan.
6.Bisnis mempunyai sumber-sumber yang berguna.
7.Keuntungan jangka panjang.
8.Argumen yang menentang perlunya ketrlibatan social perusahaan.

f.     Busines
Etika adalah pandangan, keyakinan dan standar-standar nilai yang baik dan buruk, benar dan salah yang akan menjadi pedoman atau acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan hubungan antara busines dengan konsumen.
~Etika Pergaulan Busines
o  Hubungan dengan karyawan
o  Hubungan antar busines
o  Hubungan dengan investor
o  Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan
o  usan dan mengoperasikan busines yang etik.

3.    Jelaskan perkembangan bisnis internasional pada kurun waktu 5 tahun
terakhir dan 10 tahun mendatang !
  a.Perkembangan Ekspor
Nilai ekspor Indonesia hingga bulan Juli 2011 mencapai US$ 116,04 miliar mengalami peningkatan sebesar 36,5% dibanding ekspor periode yang sama tahun 2010, yang masih dalam proses pemulihan seiring menurunnya permintaan luar negeri akibat krisis global yang terjadi sepanjang tahun 2009. Peningkatan ini dipacu oleh peningkatan ekspor migas sebesar 47,4%, dan ekpor non migas sebesar 33,1%
Sementara itu, ekspor pada bulan juli 2011 mengalami penurunan sebesar 5,2% dibandingkan bulan sebelumnya. Lebih rendahnya nilai ekspor dibulan juli dibandingkan dengan bulan sebelumnya lebih diakibatkan oleh turunnya nilai ekspor nonmigas pada bulan juli 2011 sebesar 7,93%.

Komoditas
Nilai Ekspor (Juta USD)
2006
2007
2008
2009
2010
Jan-Jul 10
Jan-Jul 11
Total Ekspor
100.798,6
114.100,9
137.020,4
16.490,7
157.779,1
85.008,1
116.041,4
Migas
116.041,4
22.088,6
29.126,3
19.018,3
28.039,6
15.045,5
23.383,8
Non Migas
79.589,1
92.012,3
107.894,1
97.472,4
129.739,5
69.962,6
92.657,6

Komoditas
Pertumbuhan (y-o-y)
2006
2007
2008
2009
2010
Jan-Jul 11
Total Ekspor
17,7%
13,2%
20,1%
-15,0%
35,4%
36,5%
Migas
10,3%
4,1%
31,9%
-34,7%
47,4%
55,4%
Pertanian
16,8%
8,7%
25,3%
-4,8%
14,6%
10,2%
Industri
17,0%
17,6%
15,6%
-16,9%
33,5%
34,9%
Pertambangan
40,8%
6,2%
25,4%
32,0%
35,8%
28,0%
Sumber: BPS (Diolah), Direktorat Perdagangan, Investasi dan Kerjasama Ekonomi Internasional, Bappenas.


  b.Perkembangan Ekspor
Pemerintah masih belum bisa menganalisa bagaimana perkembangan bisnis Internasional dalam 10tahun mendatang. Karena kondisi perekonomian dunia pun yang terus menerus tidak pasti dalam tahun ini. Menurut menteri perdagangan Gita Wijarwan, bisnis internasional tahun mendatang tidak terlalu optimis, beliau meyakini status surplus masih bisa dijaga asal kondisi perekonomian dunia menunjukan perbaikan. Untuk tahun ini menurut beliau surplus sisi ekspor tergolong aman. Beliau yakin perdagangan indonesia akan stabil untuk tahun-tahun mendatang.
Target pemerintah dalam bisnis internasional khususnya Ekspor adalah USD 230 miliar, Bisa terwujud jika pemerintah Uni Eropa dan Amerika sudah tidak terbelit krisis hutang dan defisit anggaran Negara yang besar.
Namun, dari beberapa prediksi yang kurang menggembirakan itu, masih ada secercah kabar baik dari sektor perdagangan internasional, yaitu China bulan lalu mencatat peningkatan ekspor sebesar 11 persen. Gita menilai pertumbuhan ekonomi dunia bakal dapat angin segar bila Negeri Tirai Bambu itu kembali mengalami pertumbuhan ekonomi di atas 7 persen. Seperti yang dikutip dari merdeka.com. Secara garis besar, kontaminan pada bokar dapat dibedakan menjadi dua kelompok. Kelompok pertama bersifat innert (fisik), contohnya adalah pasir, kerikil, tatal, ranting, daun-daun dan bekas-bekas tali, sudah biasa terkandung di dalam bokar terutama dari perkebunan rakyat, relatip mudah dikeluarkan karena kasat mata, serta pabrik sudah memiliki berbagai perangkat mesin pembersih mulai dari bale cutter, prebreaker, hammer-mill, hingga kreper. Jenis kontaminan yang kedua adalah bersifat kimiawi, sepintas berwarna menyerupai bokar sehingga sukar dilihat tanpa pengematan yang jeli, contohnya adalah vulkanisat dari reject barang jadi lateks (busa, sarung tangan, balon, dll), dan sisa-sisa koagulan asam keras.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar