TUGAS MINGGU KE 11, 12 & 13
1.
Buatlah 1 contoh laporan keuangan perusahaan
riil dan universal
(neraca dan L/R)
a. Laporan keuangan Bank DKI
-
Neraca Saldo
-
Perhitungan Laba Rugi
2. Apa
arti CSR tentang tanggung jawab social suatu bisnis pada masyarakat
dan berilah 1 contoh perusahaan riil dan universal untuk
implementasi CSR
a. Corporate Social Responsibility (CSR)
CSR yaitu suatu konsep bahwa organisasi,khususnya (namun bukan hanya)
perusahaan adalah memiliki tanggung jawab terhadap konsumen, karyawan, pemegang
saham, komunitas, dan lingkungan dalam segala aspek operasional perusahaan.
CSR berhubungan erat dengan “pembangunan berkelanjutan”, dimana ada argumentasi
bahwa suatu perusahaan dalam melaksanakan aktivitasnya harus mendasarkan
keputusannya tidak semata berdasarkan factor keuangan, misalnya deviden
melainkan juga berdasarkan konsekuensi social dan lingkungan untuk saat ini
maupun jangka panjang.
Menurut World Business Council for Sustainable Development, CSR adalah
merupakan suatu komitmen berkelanjutan oleh dunia usaha untuk bertindak etis
dan memberikan konstribusi kepada pengembang ekonomi dari komunitas setempat
ataupun masyarakat luas bersamaan dengan peningkatan taraf hidup pekerjanya
beserta seluruh keluarganya.
·
Istilah lain
dari CSR
* Pemberian/Amal
Perusahaan (Corporate Giving/Charity)
* Kedermawanan
Perusahaan (Corporate Philanthropy)
* Relasi Kemasyarakatan Perusahaan
(Corporate Community/PublicRelations)
* Pengembangan
Masyarakat (Community Development)
Keempat nama itu bisa pula dilihat sebagai
dimensi atau pendekatan CSR dalam konteks Investasi Sosial Perusahaan (Corporate
Social Investment/Investing) yang didorong oleh spektrum motif yang terentang
dari motif “amal” hingga “pemberdayaan”.
b. Beberapa standar CSR :
o Akuntabilitas
atas standar AA1000 berdasarkan laporan John Elkington yaitu yaitu laporan yang
menggunakan dasar triple bottom line (3BL)
o Global
Reporting Initiative yang mungkin merupakan acuan laporan berkelanjutan yang
paling banyak digunakan sebagai standar saat ini.
o Verite, acuan
pemantauan.
o Laporan standar berdasarkan standar
akuntabilitas social internasional SA8000.
o Standar manajemen lingkungan berdasarkan ISO
14000.
c.
Bentuk-bentuk Tanggung Jawab Sosial
~ Pelaksanaan Hubungan Industrial Pancasila
(HIP).
~ Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
~ Penerapan prinsip Kesehatan dan Keselamatan
Kerja (K3).
~ Perkebunan Inti Rakyat (PIR).
~ System Bapak Angkat – Anak Angkat.
d.
Manfaat Tanggung Jawab Sosial Perusahaan
1. Manfaat
bagi Perusahaan
Citra Positif Perusahaan di mata masyarakat
& pemerintah.
2.Manfaat bagi Masyarakat
Selain kepentingan masyarakat terakomodasi,
hubungan masyarakat dengan perusahaan akan lebih erat dalam situasi win-win
solution.
3.Manfaat bagi Pemerintah
Memiliki partner dalam menjalankan misi sosial
dan pemerintah dalam hal tanggung jawab sosial.
e.
Pro Kontra mengenai Tanggung Jawab Sosial
Perusahaan
1.Argumen yang mendukung perlunya keterlibatan
sosial perusahaan.
2.Kebutuhan dan harapan masyarakat yang semakin berubah.
3.Terbatasnya sumber daya alam.
4.Lingkungan sosial yang lebih baik.
5.Pertimbangan tanggung jawab dan kekuasaan.
6.Bisnis mempunyai sumber-sumber yang berguna.
7.Keuntungan jangka panjang.
8.Argumen yang menentang perlunya ketrlibatan
social perusahaan.
f.
Busines
Etika
adalah pandangan, keyakinan dan standar-standar nilai yang
baik dan buruk, benar dan salah yang
akan menjadi pedoman atau
acuan manajer dan segenap karyawan dalam pengambilan keputusan hubungan
antara busines dengan konsumen.
~Etika Pergaulan Busines
o Hubungan dengan karyawan
o Hubungan antar busines
o Hubungan dengan investor
o Hubungan dengan lembaga-lembaga keuangan
o usan dan mengoperasikan busines yang etik.
3.
Jelaskan perkembangan bisnis internasional
pada kurun waktu 5 tahun
terakhir dan 10 tahun mendatang !
a.Perkembangan Ekspor
Nilai ekspor Indonesia hingga bulan Juli 2011 mencapai
US$ 116,04 miliar mengalami peningkatan sebesar 36,5% dibanding ekspor periode
yang sama tahun 2010, yang masih dalam proses pemulihan seiring menurunnya
permintaan luar negeri akibat krisis global yang terjadi sepanjang tahun 2009.
Peningkatan ini dipacu oleh peningkatan ekspor migas sebesar 47,4%, dan ekpor
non migas sebesar 33,1%
Sementara itu, ekspor
pada bulan juli 2011 mengalami penurunan sebesar 5,2% dibandingkan bulan
sebelumnya. Lebih rendahnya nilai ekspor dibulan juli dibandingkan dengan bulan
sebelumnya lebih diakibatkan oleh turunnya nilai ekspor nonmigas pada bulan
juli 2011 sebesar 7,93%.
|
Komoditas
|
Nilai Ekspor (Juta USD)
|
||||||
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
Jan-Jul 10
|
Jan-Jul 11
|
|
|
Total Ekspor
|
100.798,6
|
114.100,9
|
137.020,4
|
16.490,7
|
157.779,1
|
85.008,1
|
116.041,4
|
|
Migas
|
116.041,4
|
22.088,6
|
29.126,3
|
19.018,3
|
28.039,6
|
15.045,5
|
23.383,8
|
|
Non Migas
|
79.589,1
|
92.012,3
|
107.894,1
|
97.472,4
|
129.739,5
|
69.962,6
|
92.657,6
|
|
Komoditas
|
Pertumbuhan (y-o-y)
|
|||||
|
2006
|
2007
|
2008
|
2009
|
2010
|
Jan-Jul 11
|
|
|
Total Ekspor
|
17,7%
|
13,2%
|
20,1%
|
-15,0%
|
35,4%
|
36,5%
|
|
Migas
|
10,3%
|
4,1%
|
31,9%
|
-34,7%
|
47,4%
|
55,4%
|
|
Pertanian
|
16,8%
|
8,7%
|
25,3%
|
-4,8%
|
14,6%
|
10,2%
|
|
Industri
|
17,0%
|
17,6%
|
15,6%
|
-16,9%
|
33,5%
|
34,9%
|
|
Pertambangan
|
40,8%
|
6,2%
|
25,4%
|
32,0%
|
35,8%
|
28,0%
|
Sumber: BPS (Diolah), Direktorat Perdagangan, Investasi dan Kerjasama
Ekonomi Internasional, Bappenas.
b.Perkembangan Ekspor
Pemerintah masih belum bisa menganalisa bagaimana
perkembangan bisnis Internasional dalam 10tahun mendatang. Karena kondisi
perekonomian dunia pun yang terus menerus tidak pasti dalam tahun ini. Menurut
menteri perdagangan Gita Wijarwan, bisnis internasional tahun mendatang tidak
terlalu optimis, beliau meyakini status surplus masih bisa dijaga asal kondisi
perekonomian dunia menunjukan perbaikan. Untuk tahun ini menurut beliau surplus
sisi ekspor tergolong aman. Beliau yakin perdagangan indonesia akan stabil
untuk tahun-tahun mendatang.
Target pemerintah
dalam bisnis internasional khususnya Ekspor adalah USD 230 miliar, Bisa
terwujud jika pemerintah Uni Eropa dan Amerika sudah tidak terbelit krisis
hutang dan defisit anggaran Negara yang besar.
Namun, dari beberapa
prediksi yang kurang menggembirakan itu, masih ada secercah kabar baik dari
sektor perdagangan internasional, yaitu China bulan lalu mencatat peningkatan
ekspor sebesar 11 persen. Gita menilai pertumbuhan ekonomi dunia bakal dapat
angin segar bila Negeri Tirai Bambu itu kembali mengalami pertumbuhan ekonomi
di atas 7 persen. Seperti yang dikutip dari merdeka.com. Secara
garis besar, kontaminan pada bokar dapat dibedakan menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama bersifat innert (fisik), contohnya adalah pasir, kerikil,
tatal, ranting, daun-daun dan bekas-bekas tali, sudah biasa terkandung di dalam
bokar terutama dari perkebunan rakyat, relatip mudah dikeluarkan karena kasat
mata, serta pabrik sudah memiliki berbagai perangkat mesin pembersih mulai dari
bale cutter, prebreaker, hammer-mill, hingga kreper. Jenis kontaminan yang
kedua adalah bersifat kimiawi, sepintas berwarna menyerupai bokar sehingga
sukar dilihat tanpa pengematan yang jeli, contohnya adalah vulkanisat dari
reject barang jadi lateks (busa, sarung tangan, balon, dll), dan sisa-sisa
koagulan asam keras.





Tidak ada komentar:
Posting Komentar